Sekilas Info

Tenaga Medis RSUD Morotai Ancam Mogok Kerja, Direktur: Gaji Sedang Diproses

Direktur RSUD Morotai, dr. Novindra Humbas. (Tandaseru/Irjan Rahaguna)

Tandaseru -- Ratusan tenaga medis berstatus tenaga kontrak daerah (TKD) di RSUD Pulau Morotai, Maluku Utara, berpotensi melakukan mogok kerja.

Langkah ini diambil jika gaji dan insentif mereka selama 3 bulan baru akan dibayarkan pada April mendatang.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, dr. Novindra Humbas yang diwawancarai menyatakan, pihaknya mengupayakan sebelum Maret berakhir gaji pekerja sudah terbayar.

"Mungkin kalau sampai bulan April baru terbayarkan pasti mereka akan mogok kerja. Tapi ini permintaan gaji sementara diproses dan tinggal menunggu saja," ungkap Novindra kepada tandaseru.com, Minggu (21/3).

Novindra mengaku, belum terbayarnya gaji tenaga medis selama 3 bulan sempat dipertanyakan mereka.

"Iya, memang benar kemarin ada dokter dan petugas menanyakan karena mereka resah seperti itu. Tapi sebenarnya bukan semua petugas, tapi cuma beberapa saja (yang tanyakan)," ucapnya.

Aktivitas di RSUD sendiri hingga saat ini masih berjalan normal.

"Tapi sampai saat ini kegiatan tetap jalan, poli-poli rawat jalan, ruangan rawat inap, dan semua tetap masih berjalan. Semua pelayanan poli tetap terbuka tetap berjalan seperti biasa," tandas Novindra.

Sebelumnya, para tenaga medis memberi tenggat waktu sepekan sejak Rabu (17/3) lalu kepada Pemerintah Kabupaten untuk membayar hak-hak mereka. Jika tak dipenuhi, mereka akan melakukan mogok kerja.

Penulis: Irjan Rahaguna
Editor: Ika FR