Tandaseru — 3 Desa di Halmahera Barat, Maluku Utara, hingga kini belum menikmati aliran listrik secara keseluruhan.

Data yang dihimpun tandaseru.com melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Maluku Utara, total desa yang belum mendapat layanan listrik sebanyak 112.

Sedangkan 3 desa di Halbar tersebut adalah Desa Goro-Goro dan Sasur Pantai di Kecamatan Sahu, serta Desa Tabobol Kecamatan Ibu Selatan.

Kepala Desa Goro-Goro, Osin Badjo saat ditemui wartawan, Selasa (16/3) menyampaikan, dari 136 rumah warga di Desa Goro-Goro, baru 35 rumah yang sudah memasang meteran listrik.

“Sekarang baru sekitar 35 rumah yang terpasang dan itu di luar dari fasilitas umum,” ungkap Osin.

Osin menjelaskan, warga yang belum memasang meteran listrik disebabkan faktor ekonomi. Karena itu, warga memilih bertahan seadanya.

“Kemarin saya sudah mencoba mengadakan itu pakai Dana Desa untuk kebutuhan masyarakat. Ketika kami melakukan musyawarah desa, hal itu sudah disiapkan. Akan tetapi ada arahan dari pemerintah daerah sendiri bahwa soal listrik bukan urusan desa, jadi pengadaan juga dibatalkan karena kita tidak bisa ambil keputusan sendiri untuk melakukan pengadaan itu,” tuturnya.

Ia juga mengaku sampai sekarang ini Pemerintah Halmahera Barat belum memperhatikan pokok permasalahan yang ada di desa.

“Jadi kami harap Pemda perlu ada perhatian khusus bagi desa kami, karena di desa kami juga belum 100% masyarakat menikmati listrik,” ucapnya.

Wakil Bupati Halmahera Barat, Djufri Muhammad saat dikonfirmasi terpisah mengatakan, dirinya pernah mendapat informasi dari pihak PLN Jailolo soal itu. Namun yang menjadi salah satu faktor adalah jalan yang belum tembus sehingga jaringan listrik yang masuk terkendala.

“Insya Allah ke depan, dan tadi di musrenbang juga saya sudah sampaikan bahwa kita akan melanjutkan pembangunan ruas jalan di Desa Susupu dan itu akan sampai ke Desa Goro-Goro. Mudah-mudahan beberapa waktu ke depan ini sudah dapat dibicarakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, di Desa Goro-Goro pasti ada solusi lain. Meski untuk menggunakan tenaga surya juga kurang efektif, karena itu berarti warga hanya menikmati listrik 10 jam.

“Kalau hanya 10 jam TV juga tidak bisa digunakan, bahkan sampai charging HP juga tidak bisa. Kita tetap memperhatikan, karena keinginan kami Halbar itu terang dan ini termasuk program kita ke depan. Butuh waktu untuk dibicarakan langkah-langkah ke depan itu seperti apa,” pungkasnya.