Tandaseru — Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2021 di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara terkendala anggaran. Hingga kini anggaran pembiayaan Pilkades di 78 desa masih mengendap di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Sula.
Kondisi ini membuat panitia Pilkades tingkat desa putar otak mencari anggaran untuk suksesi Pilkades. Informasi yang dihimpun tandaseru.com, salah satu desa di Kecamatan Sanana bahkan berutang ke pihak ketiga.
“Untuk anggaran pelaksanaan Pilkades, sesuai yang dimasukkan ke dalam Rancangan Anggaran Belanja (RAB) kami, itu nilainya Rp 100 juta lebih tapi dipangkas,” ungkap Ketua Panitia desa yang berutang tersebut, Selasa (16/3).
Setelah dipangkas, kata dia, anggaran Pilkades yang dibebankan ke desanya kemungkinan berkisar Rp 50 juta lebih. Karena itu, panitia harus mengajukan pinjaman ke pihak ketiga agar proses dan kesiapan tahapan Pilkades bisa berjalan.
Selain soal pengganggaran, dia juga mengaku ada kendala lain dalam kesiapan panitia Pilkades, yakni terkait pemutakhiran data pemilih.
Menurutnya, ia pernah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula terkait daftar pemilih tetap Pilkades nanti. Saat ditawarkan pencocokan DPT desa dengan DPT yang dimiliki partai, pihak pemerintah memperbolehkan hal tersebut.
“Jadi selain anggaran, kendala kita ya soal DPT itu,” ujarnya.
Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Kepulauan Sula, Aswin Soamole saat dikonfirmasi mengatakan semua anggaran untuk Pilkades sudah diakomodir saat Musyawarah Desa masing-masing desa.
Terkait pinjaman desa ke pihak ketiga, Aswin menyampaikan, sesuai hasil koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), anggaran desa baru bisa dicairkan pada awal bulan April mendatang.
“Tidak masalah mereka meminjam dulu, nanti pencairan di bulan April baru ditutup. Honor dan itu kecil saja kok,” kata Aswin.
Ia menambahkan, soal DPT tak ada lagi masalah. Tinggal panitia Pilkades mengkroscek pada DPT Pilkada 2020 untuk memastikan pemilih yang sudah meninggal dunia maupun pemilih baru (DPTB).


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.