Tandaseru — Operasi Yustisi dalam rangka menindak pelanggar protokol kesehatan (prokes) terus dilakukan di Kota Ternate, Maluku Utara. Sampai Rabu (30/9), sudah ada 3.511 warga yang terjaring lantaran tak pakai masker.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate Ahmad Yani Abdurahman menuturkan, total denda yang terkumpul dari pelanggar prokes saat ini mencapai Rp 31.740.000. Uang denda tersebut masuk dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Seluruh uang operasi sanksi masker itu masuk ke kas daerah sebagai PAD,” ungkapnya.

Sementara Kepala Bidang Operasional Satuan Tugas Covid-19 Kota Ternate M. Arif Abdul Gani menyatakan, Operasi Yustisi dilakukan dalam rangka menegakkan Peraturan Wali Kota Nomor 20/2020. Operasi digelar sejak 1 September 2020, di mana warga yang melanggar akan menjalani sidang di tempat dengan diberikan dua pilihan sanksi, yakni denda administratif dengan cara membayar sebesar Rp 50 ribu – Rp 100 ribu, atau melakukan kerja sosial dalam bentuk menyapu jalan sembari mengenakan papan bertuliskan “Saya Melanggar!! Tidak menggunakan masker” yang digantung di leher.

“Total denda dari 1 sampai 30 September sejumlah Rp 31.740.000,” ucapnya.

Dari data yang dihimpun tandaseru.com, sebanyak 516 warga yang terjaring operasi memilih membayar denda. Sementara untuk pelanggar yang dikenakan sanksi sosial berjumlah 1.882 orang. Selain itu, petugas juga menerapkan sanksi teguran. Tercatat sebanyak 1.113 pelanggar yang hanya dikenakan sanksi teguran.

Secara keseluruhan, total pelanggar protokol kesehatan dalam Operasi Yustisi tersebut mencapai 3.511. Jumlah itu sudah termasuk pelanggaran yang dilakukan oleh sejumlah tempat usaha.

“Dari 12 titik pemberlakuan Operasi Yustisi ini, Pasar Higienis menjadi lokasi yang paling sering menjaring pelanggar, yakni sebanyak 319 orang,” ungkap Arif.

Arif berharap, operasi ini dapat menekan kasus penularan Covid-19 di Ternate.

“Alhamdulillah, sedikit demi sedikit kita mulai mengalami penurunan kasus. Tapi kita harus tetap waspada. Kita akan melakukan rapat guna mengevaluasi kembali efektivitas operasi tersebut, sekaligus merencanakan operasi lanjutan di Oktober,” tandasnya.