Tandaseru — Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tidore Kepulauan, Basri Salama dan M. Guntur Alting (BAGUS) resmi mengantongi rekomendasi B1.KWK dari DPP Partai Amanat Nasional (PAN). Bergabungnya PAN dalam barisan BAGUS membuat pasangan ini memenuhi syarat minimum untuk mendaftar sebagai kandidat Pemilihan Wali Kota Tikep ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Alhamdulillah hari ini, tepatnya tanggal 19 Agustus 2020, saya dan pasangan saya Ustad Dr. Muhamad Guntur Alting, M.Pd., M.Si mendapat amanah berupa ydukungan 3 kursi dari Partai Amanat Nasional untuk Pilkada Kota Tidore Kepulauan,” ungkap Basri kepada tandaseru.com, Rabu (19/8).

SK untuk BAGUS sendiri bernomor PAN/A/Kpts/KU-SJ/259/VIII/2020. Basri yang juga Ketua Partai Hanura Maluku Utara itu menyatakan, amanah dari PAN akan dijaga dan dijalankan sebaik mungkin.

“Yaitu bekerja untuk kemenangan pada tanggal 9 Desember 2020 akan datang,” ucap Basri.

Dengan bergabungnya PAN, total dukungan partai terhadap pasangan BAGUS menjadi 7. Selain PAN, sudah ada 3 kursi dari Partai Nasdem dan 1 kursi dari Hanura di tangan BAGUS.

“Dengan demikian, syarat pencalonan kami cukup sebagai calon pada Pilkada 9 Desember akan datang. Tapi kami juga sambil menunggu keputusan Golkar,” terang Basri.

BAGUS juga menyampaikan pesan kepada pendukung maupun lawan tarung untuk menjadikan Pilkada 2020 sebagai ajang pertarungan persahabatan. Yakni lebih mengedepankan ide dan gagasan membangun.

“Tidak mengedepankan amarah dan kebencian, caci maki dan sumpah serapah. Kita bangun Tidore dengan semangat gotong royong. Semua yang bertarung sesungguhnya adalah sahabat, bahkan ada yang masih garis keluarga,” imbuh Basri.

Dia menambahkan, Tidore adalah negeri para pejuang. Tempat lahir para pejuang tangguh yang tidak boleh dirusaki hanya karena Pilkada dan kekuasaan semata.

“Tidore harus dibangun atas dasar persaudaraan, bukan atas dasar kepentingan sesaat. Tidore harus menjadi pilot project bagi kemandirian daerah di kawasan Maluku Kie Raha. Tanah Tidore adalah tanah para sultan. Sebagai generasi penerus wajib bagi kita menjaga semangat para leluhur dengan tetap berpegang teguh falsafah Toma Loa Se Banari,” tandas Basri.