Sekilas Info

DPRD Tidore: Jalan Oba Selatan Jangan Jadi Jualan Politik Semata

Para siswa di Oba Selatan yang terpaksa melepas sepatunya saat melewati jalanan rusak tergenang air menuju sekolah. (Istimewa)

Tandaseru -- Wakil Ketua I DPRD Kota Tidore Kepulauan, Mochtar Djumati mengakui pemerataan infrastruktur khususnya jalan di Kecamatan Oba Selatan belum tertangani secara efektif. Akibatnya, pengguna jalan kesulitan melewati jalanan tersebut, apalagi di musim penghujan.

Kepada tandaseru.com, Ketua Partai Nasdem Tikep itu menyayangkan selama ini jalan Oba Selatan kerap dijanjikan pembangunannya saat momentum politik.

"Jadi infrastruktur jalan di Oba Selatan ini jangan dijadikan sebagai jualan politik semata. Ini sebagai wakil rakyat makanya perlu saya sampaikan dari pihak manapun. Jadi maksudnya, jangan kita eksploitasi pikiran masyarakat dengan kepentingan tertentu, itu tidak boleh," tegasnya, Selasa (28/7).

Mochtar mengatakan, ruas jalan tersebut penting menjadi perhatian Pemerintah Kota maupun Provinsi. Pasalnya, ruas jalan menuju Oba Selatan ada yang masuk nomenklatur provinsi maupun kota.

Dia bilang, DPRD sudah berulangkali mendesak agar pemerataan infrastruktur jalan perlu menjadi perhatian bersama baik DPRD maupun Pemkot.

"Tapi pada intinya, yang perlu dituntaskan dalam waktu cepat adalah yang masuk tanggung jawab Pemkot. Kalau perlu kita gunakan APBD Kota Tidore Kepulauan, karena ini sudah mendesak dan sangat dibutuhkan sekali," jelasnya.

Sementara soal urusan jalan yang masuk urusan Provinsi, lanjut Mochtar, penting dilakukan koordinasi secara efektif. Dia menilai, sejauh ini belum ada koordinasi tersebut.

"Kalau sudah efektif tentu sudah jauh hari tertangani," ujarnya.

Tak hanya infrastruktur jalan, Mochtar juga menyentil pemerataan infrastruktur pendidikan untuk Oba Selatan. Pasalnya, masih banyak fasilitas sekolah yang butuh perhatian Pemkot.

"Termasuk juga soal jaringan. Beberapa waktu lalu kami juga sudah menggelar rapat dengan Kominfo agar pengadaan tower di Oba Selatan penting dilakukan, karena siswa yang melaksanakan ujian di Oba Selatan sangat kesulitan akibat akses jaringan yang kurang memadai," pungkasnya.

Penulis: (Tim)
Editor: Ika FR