Tandaseru – Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, kembali menunjukkan komitmennya mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Dalam APBD Perubahan 2025, Pemkab menyiapkan anggaran bantuan hibah pendidikan sebesar Rp 800 juta untuk Fakultas Ilmu Kedokteran dan Rp 400 juta untuk Universitas Terbuka (UT). Total bantuan hibah pendidikan mencapai Rp 1,2 miliar.

Bupati Sashabila Widya L Mus menegaskan, dukungan anggaran tersebut bukan sekadar bantuan seremonial, melainkan bentuk nyata keseriusan pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda Taliabu agar memiliki daya saing dan kompetensi di bidang akademik maupun profesional.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi daerah. Kita ingin anak-anak Taliabu tidak hanya berhenti di pendidikan dasar atau menengah, tetapi juga memiliki kesempatan yang luas untuk mengenyam pendidikan tinggi, baik di bidang kedokteran maupun di Universitas Terbuka yang fleksibel,” ungkap Sashabila, Kamis (25/9/2025).

Menurutnya, anggaran hibah Rp 800 juta yang dialokasikan untuk Fakultas Ilmu Kedokteran diharapkan dapat membantu mahasiswa asal Taliabu yang sedang menempuh pendidikan di bidang kesehatan. Dengan adanya anggaran dukungan tersebut, mahasiswa Kedokteran bisa lebih fokus dalam menuntut ilmu, tanpa terbebani penuh oleh biaya pendidikan yang relatif tinggi.

“Kita tahu pendidikan Kedokteran memerlukan biaya besar. Maka Pemkab Taliabu hadir untuk membantu, karena ke depan kita juga membutuhkan banyak tenaga medis yang berasal dari putra-putri daerah sendiri,” tuturnya.

Selain itu, anggaran Rp 400 juta untuk Universitas Terbuka disebut Sashabila sebagai strategi perluasan akses pendidikan tinggi yang inklusif. Dengan sistem pembelajaran jarak jauh yang dimiliki UT, banyak anak muda Taliabu, termasuk yang berada di pelosok desa, tetap bisa melanjutkan studi sambil bekerja.

“Tidak semua anak bisa meninggalkan daerah untuk kuliah. Maka Universitas Terbuka menjadi solusi. Dengan anggaran hibah ini, kita ingin memastikan tidak ada alasan bagi generasi muda Taliabu untuk berhenti belajar,” jelas Sashabila.

Ia menekankan, hibah pendidikan ini merupakan bagian dari visi pembangunan sumber daya manusia yang menjadi prioritas dalam pemerintahannya. Sashabila berharap, nantinya penerima manfaat benar-benar menggunakan kesempatan ini dengan penuh tanggung jawab, serta kembali mengabdi di tanah kelahiran setelah menyelesaikan pendidikan.

“Kita ingin membangun Taliabu dengan kekuatan anak-anak kita sendiri. Jangan sampai setelah difasilitasi, mereka melupakan daerahnya. Pulau Taliabu membutuhkan dokter, tenaga pengajar, dan berbagai profesi lain untuk membangun dari dalam,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Pulau Taliabu, La Empi Hamid, menjelaskan anggaran bantuan hibah pendidikan ini bersumber dari APBD Perubahan 2025 yang melekat di bagian Kesra dan dialokasikan untuk mendukung program peningkatan SDM. Mekanisme penyalurannya akan dilakukan secara transparan dan akuntabel sesuai aturan yang berlaku.

“Pemda Taliabu melalui Bagian Kesra akan terus berkoordinasi dengan pihak kampus agar distribusi bantuan hibah berjalan lancar,” ujar La Empi.

Dengan dukungan anggaran hibah pendidikan ini, Pemkab Taliabu optimistis dapat mempercepat peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) dan membuka jalan bagi lahirnya SDM unggul yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.

Sahril Abdullah
Editor
Reporter