Oleh: Ust. Hasbullah Popa, S.sos. M.Si
Koordinator Presidium KAHMI Pulau Morotai
_______
WAKTU menuju 1 Ramadan tersisa lima hari lagi. Umat Islam di seluruh dunia khususnya di kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, bersiap menyambut datangnya bulan suci yang penuh rahmat dan ampunan. Kami mengingatkan umat Islam di seluruh kabupaten Pulau Morotai tentang pentingnya mempersiapkan diri dalam menyambut bulan yang suci ini.
Sebetulnya sebelum memasuki Ramadan kita umat Islam harus lebih matang mempersiapkan diri. Ada tiga hal utama kesiapan menyambut Ramadan.
Yang pertama adalah kesiapan ruhiyah dengan cara umat islam melakukan tazkiyatun nafs atau menjernihkan jiwa kita, membersihkan batin kita dari segala noda dan dosa dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Seperti dalam hadist yang disampaikan Rasulullah ‘kullu bani adam khattaun wahair aatainaa tawwabun. Kata Rasulullah, setiap anak Adam itu pasti berdosa, dan sebaik-baiknya orang yang berdosa adalah orang yang menyesali perbuatannya dan kembali bertaubat kepada Allah SWT. Oleh sebabnya 5 hari tersisa kita menyambut bulan puasa maka pentingnya kita beristighfar sebanyak-banyaknya.
Kenapa kita harus melakukan itu, karena kata bersih atau penjernihan diri ini sangat penting. Sehingga penyakit hati berupa fitnah, dendam, dengki dan seterusnya itu kita harus perlu lepas dan jauhkan.
Jika tidak maka puasa Ramadan kita tidak akan mungkin diterima oleh Allah SWT. Karena Ramadan itu membentuk manusia-manusia yang muttaqin atau orang-orang yang bertakwa. Sebagaimana pesan Alquran dalam surat Al-Baqarah 183: La’allakum Tattaquun. Dari ending Ramadan itu adalah mencapai derajat menjadi orang yang bertakwa kepada Allah SWT.
Oleh karena itu saat ini yang patut dipersiapkan adalah kesiapan batin, kesiapan ruhiyah. Supaya kita membangun hubungan baik dengan Allah, lalu dengan sesama manusia.
Apalagi beberapa waktu lalu kita diperhadapkan dengan pemilukada yaitu, pemilihan gubernur wakil gubernur, bupati wakil bupati dan wali kota di seluruh Indonesia. Barangkali ada mengisahkan sejuta problem keumatan baik itu sentimentil karena dalam proses politik ada pernyataan-pernyataan yang menyakitkan. Sebab kita belum siap menghadapi perbedaan pilihan politik.
Sekarang momennya dan sekarang saatnya kita membangun hubungan baik sesama manusia. Sehingga ketika masuk di dalam bulan suci Ramadan kita sudah benar-benar bersih agar ibadah kita umat Islam bisa berjalan dengan baik dan tenang. Semuanya itu dengan harapan Ramadan diterima oleh Allah dan kita keluar menjadi manusia yang fitrah.
Selain itu, umat Islam juga harus mempersiapkan diri dengan matang, terutama dari sekarang ini, melatih berpuasa sunnah Syaban. Umat Islam juga diimbau memperbaiki bacaan-bacaan Alquran, memantapkan tajwid, makhraj dan sebagainya, sehingga ketika memasuki Ramadan kita sudah punya kesiapan yang matang.
Harapannya adalah Ramadan ini tidak dimaknai hanya sebuah rutinitas, namun yang sangat terpenting Ramadan mampu membawa masyarakat muslim kepada perubahan perilaku. Karena ibadah Ramadan adalah medium melatih kita dan menciptakan manusia yang memiliki imaniah dan ahlaqiah yang baik. Pembentukan karakter kepribadian umat yang baik sehingga sebelum Ramadan lalu masuk ke fase Ramadan kita diproses kemudian keluar menjadi manusia yang bertakwa, itu artinya kita sudah berubah.
Dari sisi tutur kata yang terlihat mungkin agak kasar kini berubah menjadi lemah lembut. Yang tadinya mungkin malas ibadah pasca Ramadan sudah rajin. Sehingga Ramadan menandakan bahwa kita telah mengalami sebuah fase perubahan atau peningkatan ketakwaan. Dengan begitu Ramadan ini benar-benar kita berhasil menjadi la’allakum tattaquum. (*)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.