Tandaseru — Polres Halmahera Tengah, Maluku Utara, mulai melakukan penyelidikan kasus keracunan massal puluhan karyawan tambang dan anak-anak usai mengonsumsi makanan dari perusahaan.

Sejumlah anak menjadi korban keracunan, lantaran orang tuanya yang karyawan tambang membawa makanan siap saji ke rumah. Korban keracunan tercatat ada sebanyak 67 orang.

“Sementara ditangani,” kata Kapolres Halmahera Tengah, AKBP Aditya Kurniawan, Kamis (23/1).

Aditya menambahkan, penyelidikan ini dilakukan pasca insiden dugaan keracunan makanan tersebut. Kini polisi telah memeriksa sejumlah pihak.

“Saksi yang telah diperiksa kurang lebih 5 orang, mulai dari pemilik catering, karyawan catering, pihak perusahaan dan dari korban,” akunya.

Mantan Kapolres Halmahera Selatan ini bilang, pihaknya telah mengirim sampel makanan, sampel muntahan korban ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Kita masih menunggu hasilnya. Setelah keluar kita langsung gelar perkara,” pungkasnya.