Tandaseru — Di tengah pandemi Covid-19, angka perceraian di Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara kian mengkhawatirkan. Pasalnya, warga yang mendaftarkan perceraian ke Kantor Urusan Agama (KUA) terus meningkat.
Kepala KUA Kecamatan Morotai Selatan Jalil Nake saat dikonfirmasi tandaseru.com menyatakan, angka perceraian di tengah pandemi Covid-19 meningkat pada April hingga September 2020.
“Jumlahnya bervariasi sebelum Covid-19. Januari, Februari dan Maret 2020 itu pendaftaran perceraian kurang lebih 20 orang kemudian dilakukan mediasi, setelah dilakukan mediasi hasil sidang tinggal 17 orang,” kata Jalil di ruang kerjanya, Selasa (22/9).
Pada April hingga September, ada 30 pasangan yang mendaftarkan perceraian.
“Meningkat pada April Mei Juni Juli Agustus dan September tanggal 9 itu sidang cerai kedua pendaftarannya kurang lebih 30 orang, kemudian yang dipersidangkan hanya 26 pasang jadi angka total keseluruhannya 17 ditambah 26 yaitu 43 orang dari Januari sampai 9 September yang akhirnya sidang perceraian,” jelas Jalil.
“Jadi saat ini dia meningkatnya di 5 bulan terakhir ini,” imbuhnya.
Jalil bilang, saat ini warga Morotai Selatan yang masih berstatus janda pascaperceraian pada 2019 sebanyak 30 orang dan 2020 ini 33 orang.

“Jadi jumlahnya 63 orang janda yang belum memiliki suami, sementara duda juga saya perkirakan jumlahnya sama seperti janda,” tuturnya.
Menurut Jalil, di Kecamatan Morotai Selatan ada tiga desa yang angka perceraiannya paling tinggi, yakni Desa Totodoku, Desa Gotalamo dan Daruba.
“Faktor terjadinya perceraian itu faktor ekonomi dan perselingkuhan. Faktor ekonomi 45 persen, sedangkan perselingkuhan sudah berkisar 60 perse,” bebernya.
Sedangkan warga yang bercerai rata-rata berusia 20 hingga 30 tahun alias rumah tangga muda. Persentasenya mencapai 75 persen. Sedangkan 25 persen sisanya adalah warga yang rentang usianya 30 sampai 40 tahun.
“Hal yang terjadi ketika suami berselingkuh atau istri selingkuh, juga terjadi karena faktor finansial ekonomi,” pungkas Jalil.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.