Tandaseru — Unjuk rasa yang dilakukan aktivis Samurai Distrik Universitas Pasifik Pulau Morotai, Maluku Utara, di depan kantor bupati, Senin (10/4), berakhir ricuh. Massa aksi terlibat bentrok dengan personel Satpol PP yang mengakibatkan seorang aktivis terjatuh kena pukulan.

Aksi yang dikoordinatori Sudiar Rodi Rao itu diwarnai spanduk pertuliskan “Pemda Tidak Beres DPRD Ada di Mana. Segera Hadirkan Industri Lokal dan Tuntaskan Masalah Air Bersih”.

Amatan tandaseru.com, mahasiswa awalnya hendak berorasi menyampaikan sejumlah problem di Morotai. Hanya saja, Satpol PP menutup pintu gerbang utama agar massa tidak masuk ke halaman kantor.

Massa aksi pun naik pagar kantor sambil berorasi dan memukul pagar, sehingga terjadi gesekan dengan Satpol PP.

“Kami datang sampaikan aspirasi tapi Satpol tutup pintu pagar, tidak diberikan izin masuk ke kantor bupati. Ini aneh,” ujar Sudiar usai aksi.