Tandaseru — Warga Desa Tuada, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara mengeluhkan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Pasalnya, sejak 2019 hingga 2021 air bersih tidak mengalir tanpa ada alasan dan pemberitahuan dari PDAM.
“Sudah hampir satu tahun lebih ini air PDAM tak pernah mengalir di Desa Tuada,” ungkap Ketua Karang Taruna Dano Banau Desa Tuada, Julfikar Iksan kepada tandaseru.com, Kamis (4/3).
Julfikar mengaku, warga Desa Tuada sangat kesulitan air bersih. Bahkan saat ini warga terpaksa bertahan dengan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Dalam waktu dekat ini juga sudah mendekati bulan puasa. Kami berharap pihak PDAM lebih jeli melihat kondisi warga yang lagi krisis air. Biar warga juga tidak kesulitan air pada saat bulan puasa nanti,” harapnya.
Terpisah, Dirut PDAM Kabupaten Halbar, Iksan M. Nur ketika dikonfirmasi menyatakan pihaknya masih mencari solusi penyebab air PDAM tidak bisa mengalir di Desa Tuada.

“Sudah dua bulan lebih saya dengan staf masih mencari solusi kendalanya apa sampai air PDAM tidak bisa masuk di Desa Tuada,” ucapnya.
Iksan berjanji akan berusaha semaksimal mungkin agar air PDAM bisa kembali normal di Desa Tuada.
“Kami tetap berusaha secepatnya air bisa masuk di Desa Tuada. Apalagi saat ini sudah mendekati bulan puasa,” ungkapnya.
Menurut Iksan, saat ini pihaknya juga masih melakukan penertiban di beberapa desa. Seperti di Desa Bukumatiti dan Desa Todowongi di mana di dua desa tersebut banyak terdapat pelanggan PDAM.
“Kami juga masih lakukan penertiban di Desa Bukumatiti, karena banyak pelanggan di situ meterannya rusak. Mereka juga sering putuskan pipa pada meteran, otomatis air di situ mengalir bebas, jadi saat ini kita buat penertiban pelanggan dulu. Kalau pelanggan di Desa Bukumatiti dan Todowongi berkurang dipastikan air bakal mengalir sampai di Desa Tuada,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.