Tandaseru — Layanan transportasi laut kapal perintis milik pemerintah hingga tahun 2026 dinilai belum menyentuh seluruh masyarakat di daerah Terluar, Terpencil, Terisolir, dan Perbatasan (3TP).
Warga di Desa Dodinga, Sidangoli, dan Bobane Igo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, hingga kini masih terisolasi karena armada kapal yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut tak kunjung bersandar di wilayah mereka.
Padahal, secara geografis, ketiga desa di pesisir barat Halmahera ini masuk kategori daerah 3TP yang berada di posisi strategis. Wilayah tersebut merupakan jalur penghubung antarpulau menuju pusat kegiatan ekonomi dan pelayanan publik seperti Ternate, Tobelo, hingga Bitung di Sulawesi Utara.
Selama ini, warga mengaku kapal negara tersebut hanya melintas dan menjadi tontonan dari kejauhan tanpa pernah singgah.
Ketiadaan akses kapal perintis berdampak langsung pada mobilitas masyarakat, distribusi kebutuhan pokok, serta akses pasar dan pelayanan publik. Warga terpaksa mengandalkan sarana transportasi laut yang terbatas dengan biaya relatif tinggi.
Kondisi ini menyulitkan pemenuhan kebutuhan rutin untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga keperluan sosial.
Sektor ekonomi warga turut terdampak signifikan. Hasil tangkapan nelayan serta komoditas pertanian yang membutuhkan distribusi cepat berpotensi mengalami penurunan kualitas akibat terkendala pengangkutan ke pasar Ternate, Tobelo, maupun Bitung.
Tingginya biaya distribusi juga mendorong kenaikan harga barang kebutuhan pokok, sementara warga yang membutuhkan layanan kesehatan rujukan mendesak kesulitan mendapatkan moda transportasi yang pasti.
Masyarakat berharap pemerintah dapat mengevaluasi dan menyesuaikan rute serta titik singgah kapal perintis agar mencakup kawasan Dodinga, Sidangoli, dan Bobane Igo. Kepastian rute perintis diharapkan dapat menekan biaya distribusi, membuka akses pasar, serta mewujudkan pemerataan pembangunan nasional bagi masyarakat pesisir Halmahera Barat.
“Kapal perintis adalah bagian dari layanan negara yang sangat dibutuhkan masyarakat sehingga kami berharap keberadaannya dapat benar-benar menjangkau wilayah kami, agar dapat mengangkut penumpang maupun hasil usaha dengan biaya yang lebih terjangkau,” ujar salah satu warga setempat, Rabu (7/10/2026).




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.