Tandaseru — Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah resmi menggelar Olimpiade Gasing Nasional (OGN) 2026 bekerja sama dengan Yayasan Teknologi Indonesia Jaya. Acara tingkat nasional yang berlangsung selama tiga hari di Hotel Bela, Ternate, ini menjadi ajang pembuktian komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan numerasi di Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Tengah, Muksin Ibrahim, menyampaikan penyelenggaraan OGN 2026 merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Halmahera Tengah melalui sektor pendidikan.
“Kegiatan ini bertujuan membentuk konsep dasar berhitung dan logika matematika peserta didik, meningkatkan kemampuan numerasi nasional berbasis metode Gampang, Asik, dan Menyenangkan (Gasing), serta memperkenalkan Kabupaten Halmahera Tengah dan kebudayaan lokal ke panggung nasional,” ujar Muksin saat membacakan laporan kegiatan, Senin (5/10/2026).
Muksin memaparkan, rangkaian acara OGN 2026 berlangsung pada 5–8 Oktober 2026. Rincian jadwal meliputi:
- Senin, 5 Oktober 2026: Kedatangan kontingen, opening ceremony, technical meeting, serta instalasi aplikasi lomba.
- Selasa, 6 Oktober 2026: Pelaksanaan kompetisi utama olimpiade dari Pos 1 hingga Pos 5.
- Rabu, 7 Oktober 2026: Kegiatan ekskursi wisata lokal dan pengenalan budaya, dilanjutkan dengan penutupan serta penyerahan penghargaan.
- Kamis, 8 Oktober 2026: Kepulangan seluruh kontingen menuju daerah masing-masing.
Kompetisi OGN 2026 diikuti siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) terbaik hasil seleksi dan pelatihan metode Gasing dari berbagai daerah di Indonesia. Adapun substansi perlombaan terbagi dalam lima pos interaktif, yaitu:
- Pos 1 (Semangat Jagoan Bakal Kubagi): Lomba ketepatan dan kecepatan berhitung digital secara individu dan kelompok.
- Pos 2 (Bersatu dalam Karya): Lomba kreasi media pembelajaran dan pembuatan soal cerita.
- Pos 3 (Cerdas dalam Numerasi): Petualangan dan tantangan permainan matematika interaktif.
- Pos 4 (Panggung Gasing dalam Budaya): Pertunjukan seni dan roleplay yang mengintegrasikan metode Gasing dengan budaya lokal.
- Pos 5 (Gasing Mes Podium): Puncak kompetisi mencongak cepat, tepat, berstrategi, dan berkarakter.
Sementara itu, Pendiri Yayasan Teknologi Indonesia Jaya, Prof. Yohanes Surya, mengapresiasi perkembangan pesat metode pembelajaran matematika ini. Metode Gasing yang merupakan singkatan dari “Gampang, Asik, dan Menyenangkan” telah dikembangkannya selama lebih dari 20–30 tahun dan kini telah diterapkan di lebih dari 33 provinsi serta 133 kabupaten di Indonesia.
“Olimpiade Gasing Nasional ini lahir dari sebuah keyakinan sederhana, bahwa anak Indonesia dari mana pun bisa hebat matematika asal diajar dengan cara yang benar,” kata Prof. Yohanes Surya.
Ia menceritakan perjalanan OGN yang bermula dari Bitung (Sulawesi Utara), lalu berlanjut ke Humbang Hasundutan (Sumatera Utara), Banyuwangi (Jawa Timur), hingga kini tiba di Halmahera Tengah (Maluku Utara).
“Jadi Gasing bergerak dari timur ke barat, lalu kembali ke timur, membawa pesan yang sama ke setiap daerah,” ungkapnya.
Menurut Yohanes, kualifikasi dan lompatan kemampuan anak-anak di daerah Indonesia Timur sangat signifikan, bahkan hasil pre-test dan post-test peserta pelatihan bisa meningkat hingga 10 kali lipat.
“Di sini kita lihat enggak ada anak bodoh. Yang ada itu hanya anak yang belum dapat kesempatan belajar dari guru yang baik dan metode yang tepat,” tutur Prof. Yohanes.
Dalam sambutannya, Prof. Yohanes juga mengangkat kisah inspiratif M Uriel Alfifari, putra daerah Halmahera Tengah berusia 14 tahun siswa kelas 2 SMP yang berhasil menemukan celah keamanan di situs resmi NASA dan dilaporkan secara resmi melalui NASA Vulnerability Disclosure Program. Atas penemuan tersebut, NASA mengirimkan piagam penghargaan dan mengakui Uriel sebagai peneliti keamanan siber.
“Uriel pernah belajar Gasing dan kini kami bimbing secara intensif di Gasing Academy untuk lanjut bertanding di berbagai olimpiade nanti ke depannya. Uriel adalah bukti bahwa usia muda dan asal daerah bukan penghalang,” tambah Prof. Yohanes.
Menutup sambutannya, Prof. Yohanes memberikan pesan motivasi kepada seluruh peserta OGN 2026 untuk bertanding secara jujur dan sportif.
“Ingat, kalian semua adalah juara. Kalian telah sampai di tingkat nasional. Yang paling penting bukan medali yang kalian bawa pulang, tapi teman baru, pengalaman baru, dan rasa percaya diri bahwa kalian bisa. Kalau kalian bisa matematika, kalian bisa belajar apa saja,” pesan Prof. Yohanes.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.