Tandaseru — Tim SAR Gabungan resmi menutup operasi pencarian terhadap Kamaludin Bunga alias Foni (41), nelayan asal Desa Sambiki, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.
Korban dilaporkan hilang sejak Selasa (16/9/2026) saat memancing ikan tuna di rumpon dan belum berhasil ditemukan hingga hari ketujuh operasi SAR.
Kepala Operasi Basarnas Pulau Morotai, Hidayat Hatar, mengonfirmasi bahwa penutupan pencarian ini telah sesuai dengan regulasi yang berlaku serta Prosedur Operasional Standar (SOP).
”Secara undang-undang nomor 29 tahun 2014 Itu, pelaksanaan pencarian operasi SAR maksimal 7 hari, kemarin kita sudah menyesuaikan sesuai dengan petunjuk Commen Center kantor SAR Ternate untuk mencover semua namun hasilnya masih nihil makanya kemarin kita sudah sampaikan dengan keluarga korban nanti kita melakukan infiltrasi ke kapal-kapal,” ujar Hidayat.
Berdasarkan analisis pergerakan arus air dan arah angin menggunakan aplikasi pemantau, pihak Basarnas menduga korban hanyut cukup jauh hingga mengarah ke perairan internasional.
”Kami perhitungan arus dan angin. Makanya dia arah ke samudra Pasifik, agak jauh kisaran 7 sampai 90 mil kemarin,” katanya.
Meskipun operasi pencarian secara aktif telah ditutup pada Rabu (24/9/2026), Basarnas memastikan tetap membuka ruang pemantauan dan siap bergerak kembali apabila ditemukan petunjuk atau informasi baru terkait keberadaan korban.
”kemarin kita sudah komunikasi nanti untuk tindak lanjutnya seperti itu. Kita lakukan monitor ke kapal-kapal ketika ada kapal yang lewat di perairan Morotai, baru kami evakuasi korban, kami juga terus melakukan komunikasi dengan Pemerintah Daerah Pulau Morotai,” timpalnya.
Dalam upaya memantau perkembangan situasi, pihak Basarnas juga terus menjalin komunikasi intensif dengan masyarakat nelayan di Desa Sambiki serta kapal-kapal melintas di perairan laut Morotai.
Mengantisipasi kejadian serupa, Hidayat mengimbau seluruh masyarakat nelayan di wilayah Pulau Morotai untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan saat melaut.
”Kami mengimbau nelayan-nelayan yang ada di Pulau Morotai agar ke depan kalau cuaca yang masih ekstrem kalau boleh jangan dulu melaut ke rumpon,” tandasnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.