Tandaseru – Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas sosial dan memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat melalui program Bantuan Sosial (Bansos). Di kabupaten Pulau Taliabu, provinsi Maluku Utara, pelaksanaan penyaluran Bansos tahap III tahun 2025 berjalan lancar, aman, dan sesuai jadwal.
Kegiatan ini dipastikan tuntas pada 21 Oktober 2025, setelah melalui rangkaian penyaluran yang dimulai sejak 11 Oktober di Kecamatan Taliabu Barat dan berakhir di Kecamatan Taliabu Timur Selatan, Desa Loseng.
Hal tersebut disampaikan Ridwan Ibrahim, Juru Bayar Bansos yang juga Kepala Kantor Pos Bobong, yang memimpin proses distribusi bantuan ke seluruh wilayah kecamatan di Pulau Taliabu.
“Alhamdulillah, penyaluran Bansos tahap tiga tahun ini berjalan lancar dan aman. Kami memulai dari Kecamatan Taliabu Barat, lalu menuntaskan penyaluran di tujuh kecamatan lainnya, dan terakhir di Desa Loseng, Kecamatan Taliabu Timur Selatan pada 21 Oktober kemarin,” ujar Ridwan dalam keterangannya kepada media, Rabu (22/10/2025).
Total Dana Hampir Rp 3 Miliar
Ridwan menjelaskan, pada tahap ketiga ini, total Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mencapai 3.046 penerima dengan total dana yang disalurkan sebesar Rp 2.992.100.000. Penyaluran dilakukan secara serentak di delapan kecamatan dengan rincian:
Taliabu Barat: 694 KPM, Taliabu Barat Laut: 216 KPM, Lede: 417 KPM, Taliabu Utara: 680 KPM, Taliabu Timur: 205 KPM, Taliabu Selatan: 467 KPM, Tabona: 157 KPM, Taliabu Timur Selatan: 210 KPM.
Menurut Ridwan, angka ini menunjukkan peningkatan efektivitas penyaluran yang dilakukan dengan prinsip tepat sasaran, tepat waktu, dan transparan.
“Penyaluran tahap ini tidak hanya soal menyalurkan dana, tetapi juga memastikan masyarakat penerima betul-betul merasakan manfaatnya. Kami berkomitmen menjaga integritas dan keterbukaan dalam setiap prosesnya,” tambahnya.
Keberhasilan penyaluran Bansos di Pulau Taliabu tidak terlepas dari sinergi lintas sektor antara Kantor Pos Bobong, Dinas Sosial Kabupaten Pulau Taliabu, para Pendamping PKH, Polres Pulau Taliabu, serta para Kepala Desa di seluruh kecamatan.
Ridwan menegaskan bahwa kerja sama dan koordinasi yang solid dari seluruh pihak menjadi faktor utama keberhasilan penyaluran tahap ini.
“Sebagai Juru Bayar dari Kantor Pos Bobong, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, Dinas Sosial, Pendamping PKH, Polres Pulau Taliabu, dan seluruh Kepala Desa. Tanpa dukungan mereka, proses ini tidak mungkin berjalan sebaik ini. Semua ikut memastikan agar dana diterima oleh penerima yang berhak tanpa kendala di lapangan,” ungkapnya.
Selain itu, pengawasan langsung dari aparat kepolisian turut menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung, terutama di lokasi penyaluran yang berada di daerah pesisir dan pelosok.
Bansos tahap III ini diharapkan tidak hanya meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga mampu menjaga stabilitas sosial dan meningkatkan daya beli di tingkat desa.
Menurut sejumlah KPM yang ditemui di lapangan, bantuan tersebut sangat membantu, terutama di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya pendidikan anak menjelang akhir tahun.
Ridwan menambahkan, Kantor Pos Bobong juga terus melakukan evaluasi dan pendataan agar proses penyaluran di tahap berikutnya lebih efektif dan menjangkau masyarakat secara lebih merata.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikucurkan pemerintah sampai ke tangan masyarakat tanpa potongan, tanpa hambatan, dan tanpa kesalahan sasaran. Itu menjadi komitmen kami di lapangan,” tegas Ridwan.
Dengan berakhirnya tahap III ini, Pemerintah Daerah bersama Kantor Pos dan Dinas Sosial akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Bansos sepanjang tahun 2025. Evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk memperbaiki sistem distribusi pada tahap-tahap berikutnya agar semakin efisien dan adaptif terhadap kondisi lapangan.
Penyaluran Bansos di Pulau Taliabu tahun 2025 menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antarinstansi dan komitmen terhadap pelayanan publik mampu menghadirkan program sosial yang transparan, cepat, dan tepat sasaran sejalan dengan semangat pemerintah dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil dan kepulauan.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.