Tandaseru — Sapi-sapi yang dibiarkan berkeliaran di jalanan kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, akhirnya memakan korban. Seorang ibu rumah tangga bernama Adolmina Kompo bersama anaknya terjatuh dari sepeda motor usai diadang sekawanan sapi.
Kecelakaan lalu lintas itu terjadi Selasa (6/10/2026) sekira pukul 07.10 WIT di kawasan Lapangan Sasadu Lamo, Desa Acango.
Adolmina mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi saat ia dalam perjalanan mengantar anaknya, Michelle, menuju sekolah di Desa Hatebicara, Kecamatan Jailolo. Saat melintas di kawasan Lapangan Sasadu Lamo, kendaraan Adolmina mendadak diadang kawanan sapi di tengah jalan. Hal tersebut membuatnya terkejut hingga kehilangan kendali atas kendaraannya.
Adolmina meyakini sapi-sapi yang berkeliaran tersebut memiliki pemilik resmi karena terdapat tanda khusus berupa tali yang terpasang pada tubuh hewan.
“Sapi tadi yang saya tabrak karena kaget milik warga karena sudah pasang tanda (tali),” ujar warga Desa Golo, Kecamatan Sahu, tersebut.
Akibat insiden tersebut, Adolmina dan anaknya mengalami luka-luka. Usai kejadian, ia sempat berupaya menemui kepala desa setempat untuk menelusuri pemilik hewan ternak itu, namun kades tidak berada di tempat.
Lantaran menahan rasa sakit, Adolmina akhirnya memilih pulang dan membawa anaknya berobat ke tukang urut.
“Saya sudah sakit, jadi saya pulang. Belum sempat bakudapa deng kades. Tapi saya ingin tahu siapa pemilik sapi itu,” ujarnya.
Adolmina mengecam keras pembiaran hewan ternak berkeliaran di fasilitas umum. Menurutnya, Lapangan Sasadu Lamo merupakan ruang publik dan taman yang rutin digunakan masyarakat berolahraga pagi dan sore hari.
“Saya merasa jengkel karena hewan itu seharusnya diikat. Kenapa dibiarkan seperti binatang liar? Saya masih mau cari tahu siapa pemilik sapi-sapi itu,” tegas Adolmina.
“Sasadu itu taman, tempat itu bukan tempat ikat sapi. Setiap pagi dan sore orang-orang selalu melakukan aktivitas atau olahraga di tempat itu. Harus dijaga, bukan dikotori. Ini juga mengganggu pemandangan,” tandasnya.
Ia berharap peristiwa ini menjadi perhatian serius agar para pemilik hewan peliharaan mau bertanggung jawab dan mengikat ternaknya di tempat yang aman, sehingga tidak lagi mengotori fasilitas publik maupun mengancam keselamatan para pengguna jalan.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.