Kehadiran perempuan dalam kancah politik merupakan sebuah multiproyek untuk masuk lebih jauh dan memutus dimensi patriarki. Namun lagi-lagi, seringkali kita jumpai public policy dari kepemimpinan perempuan justru merugikan kepentingan umum bahkan proyek berkepanjangan dari manuvernya perempuan ke dunia perpolitikan.

Tak hanya itu, perempuan mampu menyebar genosida yang sangat mematikan. Bahkan tak ada lagi perlawanan seolah kebijakan publik yang dianulir adalah benar-benar tepat sasaran. Tak ada bunyi megafon, tak ada perlawanan secara berkala, tak ada sebuah terobosan protes bahkan evaluasi atas kebobrokan kebijakan yang serampangan. Semua ternina bobo.

Sungguh, genosida sang puan itu nyata. Di kisahkan dalam film-film agen rahasia di Amerika Serikat, perempuan menjadi senjata paling ampuh untuk menculik data-data atau menggagalkan misi penting negara.

Begitulah perempuan, ia mampu berkamuflase dalam ruang apapun. Termasuk mematikan daya kritis para aktivis. (*)