“Anomali cuaca dan potensi El-Nino yang terjadi mulai akhir triwulan II 2023 berpotensi mengakibatkan inflasi bahan makanan,” jelasnya.

Neraca perdagangan mempertahankan tren surplus pada angka USD653,98 juta. Sementara kinerja sektor keuangan stabil, seiring pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan kredit perbankan yang cukup tinggi.

Tunas Agung menyebutkan, untuk kinerja fiskal regional Maluku Utara sampai dengan Juli 2023 tumbuh akseleratif.

Pendapatan negara terealisasi sebesar Rp 2,36 triliun (69,19 persen dari target) dan mengalami kenaikan sebesar 51,86 persen (yoy). Sedangkan kenaikan berasal dari pertumbuhan PPh Non-Migas sebesar Rp 689,29 miliar (76,2 persen).

Ini sama halnya dengan pendapatan negara, di mana untuk belanja negara mengalami kenaikan sebesar 19,86 persen (yoy) atau terealisasi sebesar Rp 9,14 triliun (53,88 persen dari pagu belanja).

Tumbuhnya realisasi belanja didorong oleh kenaikan belanja Pemerintah Pusat
(khususnya belanja barang) dan transfer ke daerah (khususnya DBH) yang signifikan.