Tandaseru — Perekonomian Provinsi Maluku Utara pada Triwulan I Tahun 2023 mengalami pertumbuhan sebesar 16,50 persen (yoy) atau sebesar 2,15 persen (qtq) dengan dominasi sektor industri pengolahan.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Maluku Utara, Tunas Agung Jiwa Brata menjelaskan, pertumbuhan ekonomi sebesar 16,50 persen (yoy) ini lebih besar dibandingkan dengan nasional yang tercatat sebesar 5,03 persen (yoy) dan menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional.

Dari sisi inflasi, kata dia, pada Maret 2023 tercatat inflasi sebesar 5,11 persen (yoy), berada di atas angka inflasi nasional sebesar 4,97 persen (yoy).

“Kelompok transportasi sebagai penyumbang inflasi terbesar,” ungkap Tunas saat kegiatan diseminasi terkait KFR dan Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) bersama Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, di Ballroom Waterboom Ternate, Selasa (13/6).

Tunas memaparkan, perkembangan indikator kesejahteraan di Maluku Utara yang terdiri dari tingkat kemiskinan per September 2022 sebesar 6,37 persen, tingkat pengangguran terbuka (TPT) per Februari 2023 sebesar 4,60 persen, tingkat ketimpangan sebesar 0,031 poin, nilai tukar petani (NTP) pada Maret 2023 sebesar 103,46, dan nilai tukar nelayan (NTN) sebesar 106,52.

Sementara realisasi pendapatan APBN pada Triwulan I Tahun 2023 sebesar Rp 842,28 Miliar dari target Rp 3,41 Triliun. Realisasi pendapatan didominasi oleh pendapatan perpajakan. Sedangkan untuk belanja APBN terealisasi sebesar Rp 3,13 Triliun dari pagu Rpb16,8 Triliun yang didominasi oleh belanja TKDD sebesar Rp 2,2 Triliun.