Tandaseru — Kesejahteraan Maluku Utara dapat dikatakan terus membaik dengan pengangguran dan kemiskinan yang konsisten menurun, sejalan dengan resiliensi kinerja perekonomian.
Hal ini diungkapkan Kepala Kanwil DJPb Provinsi Maluku Utara Tunas Agung Jiwa Brata dalam agenda rutin media briefing Torang pe APBN edisi Mei 2023 di ballroom hotel Marahai Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Selasa (30/5).
Dari data BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Maluku Utara berada di bawah nasional dengan angka sebesar 4,6% pada Februari 2023. Penurunan tingkat pengangguran tentunya akan terus diakselerasi hingga berada di bawah level prapandemi. Dari segi tingkat kemiskinan, tren penurunan tingkat kemiskinan di Maluku Utara berhasil dipertahankan dengan tingkat kemiskinan sebesar 6,23% per September 2022. Meskipun peningkatan ketimpangan pendapatan perlu terus diwaspadai.
“Lapangan kerja di Maluku Utara terus membaik seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi, sektor pertanian dan perikanan masih mendominasi walaupun industri pengolahan mampu menyerap tenaga kerja paling besar. Dari sisi kesejahteraan petani dan nelayan, daya beli nelayan semakin kuat dengan Nilai Tukar Nelayan (NTN) mencapai angka 108,25 pada April 2023. Sebaliknya, Nilai Tukar Petani (NTP) belum mengalami recovery sejak awal tahun 2023 dan terus menurun hingga berada pada angka 103,2,” jelas Tunas.
Di sisi fiskal, performa fiskal regional masih bertahan di zona hijau. Hal ini terbukti dengan realisasi pendapatan APBN dan belanja pemerintah pusat yang tumbuh dua digit dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dengan realisasi Transfer ke Daerah (TKD) kembali tumbuh positif.
Data APBN Regional Maluku Utara mencatat bahwa hingga April 2023, pendapatan APBN
terealisasi sebesar Rp 1,3 triliun (38,52% dari target) dan mengalami kenaikan sebesar 82,97% (yoy) yang ditunjang oleh kenaikan PPh Non-Migas.
Tinggalkan Balasan