Hanya saja, mahasiswa tetap bersikeras memboikot jalan untuk menyampaikan sejumlah tuntutan ke Sandiaga.

Sambil menunggu Menteri melintasi jalan utama itu, Ifaldi dalam orasinya menyatakan Samurai tidak melakukan gerakan anarkis, melainkan hanya menyampaikan aspirasi rakyat ke Menteri.

“Kami sampaikan kepada pihak kepolisian bahwa tidak ada dalil untuk membubarkan gerakan yang dibangun oleh Samurai, karena sebelumnya Samurai sudah sampaikan surat pemberitahuan aksi kedatangan dan ingin bertemu dengan Menteri Pariwisata untuk menyampaikan problem di Morotai,” koarnya.

Mobil Sandiaga Uno berhasil lolos dari adangan mahasiswa. (Tandaseru/Irjan Rahaguna)

“Kami hanya menyampaikan beberapa persolan yang terjadi di Morotai itu sendiri,” cetus Ifaldi.

Sementara Subhan Buton menyentil destinasi wisata di Morotai yang tidak didukung fasilitas serta layanan oleh Pemerintah Pusat dan Pemda Morotai.