“Tapi sekarang sudah tidak lagi, karena hanya ratusan saja,” tambah dia.
Ainun yang berdomisili di Pulau Kolorai itu setiap jam 7 pagi harus ke Pulau Dodola untuk berjualan.
Ia menggunakan perahu miliknya dengan harga BBM mencapai Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu per liter.
“Jualan so tara laku tarada pengunjung, baru BBM mahal lagi,” ujarnya.
Ainun berharap ada event-event yang digelar sehingga Dodola ramai kembali. Dengan begitu dagangan para pedagang bisa laris seperti dulu.
“Mudah-mudahan Dodola bisa ramai lagi, biar kami yang jualan juga senang karena banyak pengunjung yang datang. Kalau tarada pengunjung tong sambil bakobong di Dodola ini,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.