“Kalau saya dipanggil kembali, saya siap hadir sebagai warga negara Indonesia,” tandasnya.
Sementara Asisten Pidana Khusus Kejati Malut M Irwan Datuiding ketika dikonfirmasi terkait pemeriksaan tersebut membenarkannya.
“Iya, ada pemeriksaan hari ini,” singkatnya.
Berdasarkan dokumen kontrak, anggaran pekerjaan Masjid Raya Halsel tahun anggaran 2016 sebesar Rp 50 miliar namun di-refocusing sehingga menjadi Rp 29 miliar. Pada 2017 dianggarkan sebesar Rp 29,95 miliar dan dikerjakan oleh PT Bangun Utama Mandiri.
Sedangkan 2018 dianggarkan lagi dengan nilai Rp 29,89 miliar dan dikerjakan PT Bangun Utama Mandiri Nusa. Pada 2019 dianggarkan Rp 9,98 miliar dan dikerjakan CV Minanga Tiga Satu, serta pada 2021 dianggarkan lagi Rp 11,01 miliar dan dikerjakan PT Duta Karya Pratama Unggul.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.