Tandaseru — Mantan Bendahara Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Pulau Morotai, Maluku Utara, Fredik Hape, diduga hendak membacok Kepala Bagian Umum dan perlengkapan Iwan Karim.

Data yang dihimpun tandaseru.com, kejadian itu terjadi Selasa (5/10) sekitar pukul 13.40 WIT di ruang Bagian Umum, Kantor Bupati Morotai.

Salah satu saksi mengungkapkan, sebelum insiden itu terjadi ia dan teman-temannya sempat ngobrol dan bercanda dengan Fredik di lantai II kantor bupati.

“Saat itu Pak Kabag Umum dan Pak Kadis Pertanian lagi di ruang tamu. Ketika Kabag dan Kadis keluar, Pak Fredik panggil Kabag bilang ada perlu. Keduanya lalu masuk di ruang untuk bicara,” ungkap saksi yang menolak identitasnya diekspos ini, Rabu (6/10).

Tak lama kemudian, saksi mendengar suara ribut di ruang tersebut. Ia pun langsung bergegas menuju ruangan. Sesampainya di ruangan, ia melihat Fredik dan Iwan tengah berebutan sebilah parang.

“Saya langsung amankan dan suruh Pak Kabag menghindar,” terangnya.

Setelah berhasil dilerai, Fredik langsung menuju Mapolres Morotai untuk menyerahkan diri.

“Karena Pak Edi pegang parang. Setelah Pak Kabag menghindar kemudian Pak Edi juga keluar dari ruangan dan menuju ke kantor polisi,” tuturnya.

Amatan tandaseru.com, pada Rabu siang baik Fredik maupun Iwan menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Satreskrim Polres.

Saat keluar dari ruangan, Iwan meminta awak media langsung mengonfirmasi penyidik kepolisian.

“Langsung saja ke polisi, karena masalah ini saya sudah laporkan,” ujarnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Pulau Morotai, IPTU Kristofel, yang dikonfirmasi terpisah mengatakan ia masih menunggu petunjuk dari Kapolres.

“Petunjuk Bapak Kapolres, nanti kira bikin rilis media. Tunggu undangan ya,” ucapnya.

Senada, Kapolres Pulau Morotai, AKBP A’an Hardiansyah mengatakan penyebab persoalan tersebut akan diumumkan dalam siaran pers.

“Kemarin kita masih dalami dan akan dibuat press release,” pungkas A’an.