Tandaseru — Tudingan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Halmahera Selatan, Maluku Utara, terhadap Dinas Perhubungan yang tidak mengurus terminal dan menyulitkan sopir angkot dalam pengurusan izin trayek dibantah Kepala Dinas Perhubungan Halsel, Ahmad Rajak.
Ahmad kepada tandaseru.com menjelaskan, tudingan Organda terhadap dirinya itu tidak benar. Sebab ia telah mengundang Organda, para supir angkot dan pengusaha mobil angkutan umum untuk rapat membahas pemanfaatan kembali Terminal Labuha dan Terminal Babang.
“Saya sudah mengundang Organda, para supir angkot dan pengusaha mobil angkutan umum untuk rapat. Dan sasaran rapat itu adalah mengaktifkan kembali Terminal Labuha dan Babang, dan permintaannya adalah Dishub menyiapkan fasilitas terminal, sehingga itu nanti ditindaklanjuti. Organda memang berencana melakukan hearing dengan Bupati dan itu sudah dilaksanakan kemarin, kebetulan saya berada di luar daerah dan diwakili oleh sekretaris,” terang Ahmad, Jumat (18/6).
Terkait dengan izin trayek, lanjut dia, semua ada aturannya. Dishub sendiri tidak melebihkan dan tidak mengurangi.
“Karena itu diatur dalam Peraturan Derah (Perda) dan Peraturan Bupati. Izin trayek awalnya Rp 300.000 per 5 tahun. Namun sekarang sudah ada Perda yang baru yaitu Rp 1.500.000 sampai mobil itu rusak, (selamanya) sudah tidak dibayar lagi. Hanya saja sopir akan dikenakan biaya berapa persen setiap tahun itu untuk biaya monitoring,” papar Ahmad.
Ia juga membantah tudingan menghabiskan anggaran sebesar Rp 3 miliar.
“Yang habiskan anggaran Rp 3 miliar itu mungkin di masa jabatan Kadishub Soadri Ingratubun. Kalau di zaman saya tidak ada anggaran Rp 3 miiar untul terminal,” tukasnya.
Sementara mantan Kadishub Halsel, Soadri Ingratubun ketika dikonfirmasi juga membantah hal tersebut. Menurut Soadri, saat ia menjabat Kadishub sudah ada rencana pengembangan kota ke selatan.
“Sehingga terminal dibuatnya di Pasar Tuokona, jadi tidak ada anggaran untuk Terminal Labuha,” terangnya.
“Bahkan Terminal Labuha saat ini sudah tidak bisa lagi dijadikan terminal, karena kawasan pengembangan kota sudah lari ke selatan,” tandas Soadri.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.