Sekilas Info

Pemda Halmahera Barat dan Timur Optimis Pelantikan Dipusatkan di Kantor Gubernur

Rakor membahas persiapan pelantikan kepala daerah di Maluku Utara. (Istimewa)

Tandaseru -- Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, James Uang dan Djufri Muhammad akan dilakukan di Kantor Gubernur, Jumat (26/2) besok.

Hal ini disampaikan Kepala Bagian Pemerintahan Halbar, Demianus Sidete, usai menyerakan berkas usulan dan mengikuti rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Selasa (23/2).

"Pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih dilakukan secara langsung dan serentak. Ini dengan pertimbangan tidak ketersediaan internet, seperti di dua kabupaten yang juga ikut dilakukan pelantikan yakni, Kabupaten Halmahera Timur dan Pulau Taliabu," ungkapnya.

Menurutnya, hasil kesepakatan dalam rakor tersebut adalah pelantikan dilakukan secara langsung dan menerapkan protokol kesehatan ketat. Hasil rapat itu kemudian diajukan ke Kementerian Dalam Negeri untuk dimintai persetujuan.

"Pelantikan ini disesuaikan dengan protokol kesehatan, di mana dibatasi kehadiran undangan dalam pelantikan, dan gunakan masker, mengingat karena saat ini masih pandemi Covid- 19," jelasnya.

"Jadi hasil rapat dengan Pemprov ini juga akan dilaporkan Pemprov ke Mendagri, dan besok Mendagri akan lakukan pertemuan dengan stakeholders terkait di Pemprov Malut. Pelantikannya sendiri Jumat setelah ibadah Jumat. Dan Pemprov sendiri sangat yakin usulan ini akan disepakati Mendagri," sambung mantan Camat Jailolo Selatan tersebut.

Senada, Kepala Bagian Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Halmahera Timur, Yusup Talib mengatakan, pelantikan yang awalnya diagendakan secara virtual di kabupaten/kota masing-masing kini digeser ke ibukota provinsi dan dilakukan secara langsung. Jaringan internet yang tidak memadai jadi alasan perubahan rencana tersebut.

“Iya, hasil keputusan rapat tadi tempat pelantikan digeser ke Provinsi akan tetapi jadwalnya tidak mengalami perubahan,” kata Yusup.

“Putusan rapatnya tetap di Provinsi karena kendala jaringan internet. Namun masih akan dikoordinasikan ke Kementerian, kita tunggu hasilnya,” tandasnya.