Sekilas Info

Gantikan Merlisa, Munira Sagaf Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kota Ternate

Ketua DPRD Ternate Muhajirin Bailusy memimpin pelantikan Munira Sagaf. (Istimewa)

Tandaseru -- Politikus PDI Perjuangan Munira Sagaf resmi dilantik menjadi Anggota DPRD Kota Ternate, Maluku Utara, Senin (18/1). Munira dilantik menggantikan Merlisa yang undur diri saat mencalonkan diri sebagai Wali Kota Ternate dalam Pilkada 2020.

Pelantikan Munira dipimpin Ketua DPRD Muhajirin Bailusy di Ruang Eksekutif DPRD.

Dalam sambutannya, Muhajirin menyampaikan bahwa pemberhentian dan pergantian antarwaktu (PAW) terhadap anggota DPRD merupakan hal yang lazim dalam dinamika politik. Sebab telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, sebagaimana ketentuan Pasal 193 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah Jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018.

Hal ini juga diatur dalam Peraturan DPRD Nomor 188.4/1/DPRD-KT/2020 tentang Tata Tertib Pasal 190 ayat (1) yang menyebutkan, anggota DPRD berhenti antarwaktu, karena (a) meninggal, (b) mengundurkan diri, (c) diberhentikan.

"Kita telah mengikuti prosesi pengucapan sumpah/janji jabatan PAW Anggota DPRD kota Ternate masa bakti 2019-2024, maka secara legalitas Munira Sagar telah resmi menjadi Anggota Dewan dari Fraksi PDIP," cetus Muhajirin.

Munira resmi menggantikan Merlisa melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Maluku Utara Nomor 437KPTS/MU/2021.

Munira Sagaf ketika diwawancarai mengaku senang dan terharu. Baginya, pelantikan ini adalah sebuah tanggung jawab yang diembankan warga Ternate kepada dirinya.

"Diberikan kesempatan untuk berbuat banyak untuk masyarakat, tentunya sangat berbangga," ungkapnya.

Menurutnya, ini merupakan satu tanggung jawab yang harus dijalankan sesuai fungsi dan berdasarkan aspirasi masyarakat yang telah dititipkan kepadanya.

"Ini adalah proses PAW dan ini bukan karena kemarin saya ikut caleg di tahun 2019 kemudian langsung terpilih, tentunya tidak, karena ini ada prosesnya," ujarnya.

Ia menambahkan, dengan adanya amanah yang dipercayakan ini menuntut dirinya makin menunjukkan loyalitas terhadap PDI-P dan membuktikan kinerja pada daerah pemilihan yang diwakilkan.

"Saya harus tunjukan loyalitas dan bukti bagi dapil saya, bahwa ini benar-benar pas dalam menentukan pilihan pada Pileg 2019," ucapnya.

Duduk di Komisi III, Munira menyatakan akan berusaha mengakomodir aspirasi masyarakat sesuai tugas pokok dan fungsinya sebagai wakil rakyat.

"Insya Allah apa yang menjadi ketentuan ini bisa sesuai keinginan rakyat dan sesuai dengan ketentuan partai, karena dua hal ini tidak bisa berseberangan," tandasnya.

Penulis: Tim
Editor: Ika FR