Tandaseru — Ada-ada saja tingkah laku pasangan calon bupati dan wakil bupati Kepulauan Sula saat pencabutan nomor urut di kantor Komisi Pemilihan Umum di Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara, Maluku Utara, Kamis (24/9). Jika paslon Fifian Adeningsi Mus-Saleh Marasabessy (FAM-SAH) terbalik menunjukkan nomor urutnya, lain lagi dengan paslon Hendrata Thes-Umar Umabaihi (HT-UMAR).
Amatan tandaseru.com, saat semua paslon diminta maju ke depan untuk mengambil nomor urut, HT-UMAR baru menyadari jika keduanya tak mengenakan sarung tangan. Padahal KPU mewajibkan penerapan protokol kesehatan di mana seluruh paslon harus memakai masker dan sarung tangan.

Sontak, staf KPU langsung meminta HT-UMAR mengenakan sarung tangan lebih dulu. Paslon ini sempat kelimpungan mencari sarung tangan sebelum akhirnya diberikan oleh staf KPU lainnya.
Dalam pencabutan nomor urut paslon Pilkada Kepsul, paslon HT-UMAR mendapat nomor urut 1, Zulfahri Abdullah-Ismail Umasugi (ZADI-IMAM) nomor urut 2, dan FAM-SAH nomor urut 3.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.