Sekilas Info

Perda Hewan Ternak Morotai Dinilai Masih Tumpul

Pemerhati Publik Pulau Morotai, Taufik Sibua (Tandaseru/Irjan)

Tandaseru -- Banyaknya hewan ternak yang masih banyak berkeliaran di areal publik Kabupaten Pulau Morotai menuai sorotan. Pengamat Publik Pulau Morotai Taufik Sibua menilai, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemeliharaan dan Penertiban Ternak hingga kini masih tumpul.

"Terkait dengan problem penertiban hewan liar telah diatur dalam Perda, tapi Perda tersebut terkesan hanyalah gertak sambal. Pemilik hewan ternak seperti sapi, anjing dibiarkan begitu saja sehingga hewan tersebut masih ramai berkeliaran di jalan-jalan protokol," kata Taufik kepada tandaseru.com, Senin (14/9).

Hewan ternak yang berkeliaran di areal publik itu, Taufik bilang, seperti terdapat di jalan Desa Daeo Kecamatan Morotai Selatan bisa mengancam keselamatan nyawa manusia saat berkendara, juga merugikan para petani. Taufik menyoroti kinerja pihak Satpol-PP, TNI dan polisi yang diberi wewenang untuk menjalankan Perda tersebut lantaran ketiga lembaga itu dianggap mandul dalam mengeksekusi Perda.

Hewan ternak milik warga Daeo. (tandaseru/Irjan)

"Pihak terkait harus memaksimalkan peran serta fungsinya untuk terus melakukan penertiban ternak liar, karena hewan ternak terkesan dibiarkan berkeliaran," tuturnya.

Taufik meminta agar pemilik hewan ternak segera menertibkan hewan peliharaan mereka. Sebab jika dibiarkan tentu melanggar Perda dan mengganggu ketertiban umum.

"Harus dibuat kandang dan dimasukkan agar tidak mengganggu ketertiban umum," tegasnya.

Kepala Satpol-PP Pulau Morotai Muhlis Bay saat dikonfirmasi hingga berita ini ditayangkan belum memberikan tanggapan.

Penulis: Irjan Rahaguna
Editor: Sahril Abdullah