Tandaseru — Wakil Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Sofyan M. Saleh menyoroti para tim sukses kedua pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada Halut 2020. Pasalnya, para timses kerap melontarkan kalimat hujatan lewat media sosial yang dinilai berpotensi mencederai citra politik di Halut.
“Tindakan saling hujat dan tebar fitnah kedua timses paslon itu tentunya masyarakat yang akan menjadi korban. Untuk itu saya minta kedua timses paslon lebih mempraktikkan politik santun dengan memberi pendidikan politik pada masyarakat yang baik,” ungkap Sofyan, Minggu (15/11).
Dia bilang, mulai dari tahapan per tahapan hingga pada kampanye, kedua timses saling hujat. Hal ini disebutnya sangat meresahkan publik.
“Kalau praktik kampanye yang tidak beradab, saling menyerang, dan diwarnai hujatan dan fitnah, maka itu akan membuat masyarakat kecil seperti pedagang, petani, pelajar, buruh, dan nelayan menjadi korban atas sikap tak terpuji kedua timses paslon,” tukasnya.
Menurutnya, cara berpolitik kedua timses paslon nampak tidak mendidik dan menggambarkan politik santun pada masyarakat sebagai penentu kemenangan paslon. Bahkan tekanan, paksaan, dan ancaman dijadikan senjata mempengaruhi masyarakat, baik oleh timses petahana maupun penantang.
“Ancaman kedua timses paslon ke masyarakat itu hanya membuat hubungan kekeluargaan dan kebersamaan masyarakat di desa-desa menjadi retak. Untuk itu, praktik buruk politik harus dihindarkan,” jelas Sofyan.
“Saya berharap timses kedua paslon untuk tidak mengancam masyarakat dan mengintimidasi hanya untuk meraup suara. Saya juga minta kedua paslon, Frans Manery-Muhlis Tapi Tapi (FM-MANTAP) dan Joel Wogono-Said Badjak (JOS) untuk menertibkan praktik politik busuk timsesnya,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.