Tandaseru — Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Jumat (22/11/2024). Kuker itu terkait agenda penting pengembangan infrastruktur militer dan potensi Pulau Morotai.
Kunjungan Menhan ke daerah perbatasan menggunakan pesawat Falcon 01 TNI AU. Bersama rombongan, Menhan tiba sekira pukul 09:52 WIT di bandara Leo Wattimena.
Menhan juga menerima paparan strategis dari masing-masing matra TNI di Morotai, yakni Danlanud Leo Wattimena Kolonel Pnb Sukarno, Dandim 1514/Morotai Letkol Arh Masykur Akmal, Danlanal Morotai Letkol Laut (P) Arif Priwadi Wibowo.
Menteri Sjafrie menyatakan, kondisi runway bandara saat ini perlu evaluasi untuk operasi militer.
“Termasuk panjang, lebar, dan kelayakan untuk operasi militer dan sipil. Kerja sama dengan Kementerian Perhubungan jika menggunakan satu runway bersama, perlu dibuat mekanisme pembagian waktu dan pemeliharaan agar operasi TNI AU tidak terganggu, atau dilaksanakan pembangunan runway terpisah untuk penerbangan sipil dengan pemilikan aset tetap pada TNI AU,” kata Sjafrie.
Demi memastikan pengelolaan runway militer sepenuhnya di bawah kontrol TNI AU dan status aset, perlu dipastikan runway dan fasilitas pendukung tetap tercatat sebagai Barang Milik Negara (BMN) yang dikelola TNI AU.
Selain itu, Sjafrie juga menanggapi dermaga TNI AL terkait status dan kepemilikan. Ia meminta dipastikan agar dermaga yang digunakan TNI AL saat ini merupakan milik Kementerian Pertahanan dan tercatat sebagai BMN.
“Serta hindari situasi di mana dermaga ini berada di bawah pengelolaan institusi lain yang dapat mengganggu operasional militer,” tukasnya.
Evaluasi kelayakan dermaga untuk kebutuhan TNI AL, Sjafrie bilang, termasuk kapasitas untuk menampung kapal besar dan fasilitas pendukung seperti bahan bakar, logistik, dan perawatan kapal.
“Jika dermaga yang ada tidak memadai, perlu pembangunan dermaga baru yang sepenuhnya dimiliki dan dioperasikan oleh TNI AL,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.