Tandaseru — Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Matangtengin (IPMM) mendesak Ketua KPU Kabupaten Halmahera Selatan, Tabrid S. Thalib untuk mengevaluasi kinerja 5 orang oknum Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pulau Makian.

Wakil Ketua Bidang Investigasi dan Advokasi Rakyat IPMM, Muhajir M. H. Jidan mengatakan, informasi atas dugaan pemotongan alokasi anggaran distribusi baliho oleh PPK Pulau Makian kepada PPS yang tersebar di 15 desa Kecamatan Pulau Makian.

Muhajir menjelaskan, PPS dibeberapa desa mengeluh. Sebab, diketahui pagu anggaran distribusi baliho sebesar Rp 2.120.000 tiap desa, mereka hanya menerima sebesar Rp 650.000.

“Sehingga Kami juga mempertanyakan sisa anggaran sebesar Rp 1.470.000 per desa di 15 desa itu dikemanakan?,” cetus Muhajir, Kamis (14/11).

Muhajir menyebutkan, pihaknya mengetahui betul, bahwa sejak dugaan ini terungkap, 5 oknum PPK Pulau Makian ini menggelar rapat dengan sejumlah PPS, dan mereka mengakui adanya pemotongan anggaran hingga melakukan pengembalian kepada sejumlah PPS pada beberapa desa dengan uang sejumlah Rp 450.000.

“Oleh karena itu, kami secara organisasi mengutuk keras atas dugaan pemotongan anggaran distribusi baliho. Ini tindakan yang sangat memalukan yang seharusnya tidak terjadi,” tegasnya.