Tandaseru — Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara Abdul Malik Sillia melakukan aksi penanaman pohon di depan Jatiland Mall Ternate, Jumat (9/10). Aksi penanaman pohon ini untuk mengganti pohon yang rusak dalam unjuk rasa penolakan Undang-undang Cipta Kerja (Omnibus Law) sehari sebelumnya.
Dalam aksinya, Malik memilih menanam pohon pala yang merupakan tanaman khas Malut. Ia juga menggandeng Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Ternate, PMII Kota Ternate dan Banser NU.
“Setelah berkonsultasi dengan orang-orang yang paham tentang pohon pala, saya langsung melakukan aksi ini, dan ini saya sengaja melakukan aksi tanam pohon pala di masa reses,” ungkap Sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Malut ini.
Malik bilang, dirinya sengaja mengganti pohon yang rusak dengan pohon pala.
“Karena pohon pala adalah salah satu simbol Malut dan salah satunya Kota Ternate ini,” jelasnya.
Menurut Malik, emosi yang dikeluarkan mahasiswa ketika demonstrasi bukanlah emosi yang dibuat-buat. Emosi karena mengkritisi apa yang menurut mereka salah dan membela yang menurut mereka benar.

“Saya tidak bisa men-judge adik-adik mahasiswa salah atau benar. Tugas saya hanya memperbaiki apa yang telah dilakukan adik-adik mahasiswa,” kata mantan ketua salah satu OKP di level mahasiswa itu.
Malik juga mengapresiasi pihak kepolisian yang telah melakukan pengamanan saat aksi ricuh.
“Saya apresiasi kepada pihak keamanan telah mengamankan aksi hingga selesai,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.