Tandaseru — Sejumlah tenaga medis yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara positif terpapar virus corona (Covid-19). Mereka diduga tertular dari pasien yang dirawatnya. Kondisi ini membuat para tenaga medis meminta RSUD ditutup untuk sementara waktu.
Salah satu petugas yang enggan namanya dipublikasikan menyatakan, ia dan enam rekannya telah terkonfirmasi positif dan saat ini tengah menjalani karantina di Jababeka Resort. Demi mengantisipasi penularan menimpa rekan-rekan mereka yang lain, ia meminta pelayanan RSUD ditutup sementara.
“Bila perlu pelayanan RSUD ditutup sementara, supaya teman-teman yang masih sehat tidak tertular seperti kami,” ungkapnya lewat sambungan telepon kepada tandaseru.com, Kamis (24/9).
Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Pulau Morotai dr. Novindra Humbar yang dikonfirmasi membenarkan adanya petugas kesehatan yang tertular corona.
“Benar, ada petugas yang terpapar tapi saya tidak tahu pasti berapa jumlahnya. Karena begitu terpapar langsung dipisahkan dan karantina di Jababeka,” ucapnya.
Ditanya mengenai kemungkinan terjadinya transmisi lokal yang membuat para tenaga kesehatan tertular, Novindra menduga memang sudah ada transmisi lokal.
“Ya bisa dikatakan transmisi lokal karena mereka kan sementara bertugas melayani pasien,” tuturnya.

Demi menghindari penularan Covid-19, Novindra bilang petugas kesehatan yang terpapar Covid-19 telah dievakuasi di Jababeka. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penularan.
“Jadi yang terpapar dievakuasi di Jababeka, karena ini bagian dari memutuskan mata rantai penularan. Kan memang begitu, yang positif langsung disendirikan biar virus yang ada di tubuh mereka mati dengan sendirinya,” jelasnya.
Novindra bilang, RSUD Morotai tak bisa ditutup sebab akan berdampak pada pelayanan masyarakat yang hendak berobat penyakit lain. Kecuali jika penularan corona sudah benar-benar tak bisa dikendalikan di lingkungan rumah sakit.
“Kalau ditutup kasihan masyarakat lain yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang non-Covid, misalnya penyakit mag, jantung dan penyakit lainnya. Ini juga kan hanya sebagian (tenaga kesehatan) yang terpapar Covid-19,” imbuhnya.
“Karena hanya sebagian petugas yang terpapar, maka pelayanan tetap jalan dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti di ruang perawatan interna, ruang perawatan bedah, anak, kandungan. Yang pasti manajemen rumah sakit akan langsung mengubah jadwal untuk mengisi kekurangan tenaga di situ,” jabarnya.
Senada, Dirut RSUD Morotai dr. Julius Jiscard Croons saat dikonfirmasi mengatakan RSUD tidak ditutup. Hanya saja dilakukan pembatasan kunjungan pasien dengan menerapkan protokol kesehatan.
“Tidak ditutup, hanya dilakukan pembatasan kunjungan pasien yang akan berobat ke RSUD di tengah kondisi pandemi Covid-19,” ujarnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.