Tandaseru — Penangkapan ikan menggunakan bahan peledak atau bom masih marak terjadi di perairan Kecamatan Loloda Kepulauan, Halmahera Utara, Maluku Utara.

Tindakan itu diduga dilakukan nelayan asal Halmahera Barat. Saat melakukan operasi ini mereka menggunakan longboat fiber dilengkapi mesin tempel Yamaha 40 PK.

Salah satu warga Loloda Kepulauan, Hamka, mengatakan penangkapan ikan dengan bahan peledak tersebut terjadi hampir setiap hari.

“Hampir setiap hari mereka melakukan bom ikan, dan masyarakat sudah melaporkan ke Satgas Kecamatan Dama, hanya saja Satgas tidak melakukan tindakan,” kata Hamka, Sabtu (6/5).

“Sudah dilaporkan ke satgas, tetapi kita tidak tahu apakah satgas punya kendala apa. Apakah tidak ada longboat, atau ada tetapi satgas diam,” sambungnya.