Tandaseru — Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara R Eko Adi Irianto mengatakan ketersedian pasokan pangan Kota Ternate sebanyak 80-90 persen bergantung dari daerah lain.

Hal ini dijelaskan Eko usai menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TIPD) Ternate tahun 2023 dengan tema “Sinergi untuk Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan Menjelang Ramadhan 1444 Hijriah” di kantor wali kota, Kamis (16/2).

“Hari ini kita evaluasi satu per satu empat pilar inflasi itu, mulai ketersediaan pasokan itu bagaimana kondisi. Tadi pemaparan dari masing-masing pengusaha dan kemudian risiko dari masing-masing pilar apa saja,” jelas Eko.

“Secara umum memang ketersediaan pasokan kita kan bergantung pada daerah lain. Sehingga perlu kita perkuat sebenarnya untuk jangka pendek tentunya di segi distribusi. Jadi kelancaran distribusi, tadi Pak Wali Kota juga sampaikan bagaimana kolaborasi antara pemerintah daerah dengan KSOP, BMKG dan juga ASDP itu kolaborasi sangat penting untuk kelancaran distribusi. Namun tidak cukup itu, kita harus melihat bahwa ketika mendekat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) itu bisanya keterjangkauan harga menjadi penting karena permintaan,” tambahnya.

Selain itu, kata Eko, di kesempatan itu Wakapolres juga menyampaikan jika situasi permintaan sangat tinggi maka pemerintah daerah dan OPD telah sepakat untuk perlu melakukan operasi pasar.