Tandaseru — Wakil Bupati Halmahera Timur Anjas Taher meringkas sejarah awal aksi mahasiswa dan pemuda Maluku Utara menuntut pemekaran Provinsi Malut.
Ringkasan itu ia sampaikan ketika memberikan sambutan Refleksi 23 Tahun Pemekaran Provinsi Maluku Utara di Royal Resto Ternate, Senin (17/10) malam.
Sejarah panjang pemekaran Provinsi Malut, ucap Anjas, mulai mendapat momentumnya tatkala diskusi yang dilakukan di lantai tiga kantor bupati Halmahera Barat 23 tahun silam. Dalam diskusi itu diungkap tujuan utama mahasiswa dan pemuda melakukan gerakan menuntut pemekaran Provinsi Malut.
“Dari sekian alasan, sampai saat ini yang saya ingat itu ada dua,” kisah Anjas.
Pertama, soal rentang kendali pelayanan. Saat itu semua berpikir karena Malut ini luas maka perlu ada pemekaran.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.