Tandaseru — Aksi penolakan kenaikan harga BBM masih terus terjadi, Selasa (6/9). Di Pulau Morotai, Maluku Utara, Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (Gamhas) memblokade jalan raya di depan kantor DPRD saat melancarkan aksinya.
Massa aksi sempat menerobos masuk ke dalam kantor DPRD. Demonstran juga membakar ban bekas di halaman kantor.
Tak lama kemudian personel Satpol PP membubarkan massa aksi dari kantor. Aksi kemudian dilanjutkan dengan memblokade jalan raya. Para massa aksi tiduran di jalan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah pusat.

Edikson Castro, pemimpin aksi, menyatakan pemerintah seharusnya lebih fokus menjalankan amanat Undang-Undang Dasar 1945 bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa.
“Namun yang terlihat sangatlah miris, masyarakat Indonesia sampai saat ini masih berteriak yang namanya keadilan. Padahal kita ketahui secara bersama bahwa para leluhur-leluhur kita terdahulu yang mengamanatkan kemerdekaan negara Republik Indonesia. Bahwa tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah untuk mengawal penuh terkait dengan kepentingan masyarakat,” ucap Edikson.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.