Tandaseru — Benteng Kastela, begitu nama bangunan benteng peninggalan Potugis itu dikenal masyarakat Kota Ternate, Maluku Utara.

Benteng yang juga memiliki nama Nostra Senora Del Rosario atau Gamlamo ini terletak di Kelurahan Kastela, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate.

Sebagai salah satu situs sejarah masa awal kedatangan Portugis di Ternate, kondisi benteng tersebut kini terlihat kurang terawat.

Amatan tandaseru.com, Minggu, (17/7), pada monumen peringatan yang mengisahkan terbunuhnya Sultan Ternate, Khairun Jamil oleh Portugis, di dalam areal benteng sudah mengalami retak, bahkan betonnya ada yang sudah terlepas.

Monumen berbentuk kubus dengan pilar buah cengkeh itu pun dijadikan media vandalisme oleh oknum tidak bertanggungjawab, yang sengaja membuat coretan di dindingnya.

Hal ini pun menuai rasa prihatin dari Kepala Museum Rempah-Rempah Kota Ternate, Rinto Taib.

Menurut Rinto, di dalam ukiran monumen tersebut terdapat nilai edukasi dan seni yang memberikan informasi atas peristiwa bersejarah, yang menceritakan pembunuhan terhadap Sultan Khairun serta perlawanan penerusnya yakni Sultan Baabullah terhadap Portugis.