Tandaseru — Kota Ternate mengalami deflasi sebesar 1,11 persen untuk periode Februari 2022.
Selain itu, Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Utara juga mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) pada periode yang sama sebesar 107,13.
Kepala BPS Malut Aidil Adha mengungkapkan, dari 90 kota IHK, 37 kota mengalami inflasi dan 53 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Kupang sebesar 0,65 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Tanjung Selor sebesar 0,01 persen.
Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 2.08 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Palembang, Kota Palangkaraya, dan Kota Tarakan sebesar 0,01 persen.
“Tingkat inflasi tahun kalender Februari 2022 (Februari 2022 terhadap Desember 2021) sebesar -1,33 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2022 terhadap Februari 2021) sebesar 0,99 persen,” ungkap Aidil, Selasa (1/3).
Inflasi di Kota Ternate sendiri terjadi pada dua kelompok pengeluaran, sementara deflasi pada tiga kelompok pengeluaran, dan enam kelompok pengeluaran stagnan.
“Kelompok yang mengalami inflasi yaitu kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rumah Tangga sebesar 0,42 persen, dan kelompok Kesehatan sebesar 0,02 persen. Kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 2,01 persen, kelompok Transportasi sebesar 3,73 persen, dan kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,14 persen,” jabar Aidil.
Sementara kelompok Pakaian dan Alas Kaki, kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga, kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan, kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya, kelompok Pendidikan, dan kelompok Penyedia Makanan dan Minuman/Restoran tidak mengalami perubahan indeks (stagnan).
Tinggalkan Balasan