Tandaseru — Gugurnya calon kepala desa (cakades) di 34 desa yang tersebar di Halmahera Utara, Maluku Utara, berbuntut panjang.

Pendukung salah satu cakades yang gugur di Desa Pediwang, Kecamatan Kao Utara, melakukan pemalangan jalan trans Halut dan berdemo di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Selasa (19/10).

Hal ini bermula ketika DPMD Halut mengumumkan cakades yang lolos dalam seleksi tingkat kabupaten untuk nantinya bertarung pada 25 Oktober besok. Pengumuman ini memancing emosi pendukung salah satu cakades, Petrus Weda.

Massa menilai ada yang tidak beres dari proses seleksi yang dilakukan panitia.

Kasubag Humas Polres Halut IPTU Colombus Guduru ketika dikonfirmasi mengatakan, pemalangan dikarenakan kekecewaan massa pendukung cakades yang digugurkan DPMD selaku panitia tingkat kabupaten.

“Massa pendukung cakades Petrus Weda melakukan pemalangan bahu jalan dengan pohon kelapa dan membakar ban mobil bekas,” terangnya.

Menurutnya, Kasubsektor Kao Utara IPDA Wellem Pawate bersama anggota Polsek Kao kemudian bergegas ke Kantor Kepala Desa Pediwang. Aparat mengimbau massa aksi agar palang jalan dibuka kembali sebab itu merupakan fasilitas umum. Jika tidak dibuka maka akan ditindak sesuai prosedur yang berlaku.

“Jika ada hal-hal yang ingin ditanyakan silakan tanyakan ke panitia pilkades kabupaten. Atas penyampaian Kasubsektor Kao Utara IPDA Willem Pawate, massa kemudian mengiyakan untuk membuka palang jalan,” tandas Colombus.

Tak hanya itu, massa dari Desa Gulo, Kecamatan Kao Utara juga melakukan aksi protes dengan mendatangi Kantor DPMD meminta pilkades ditunda. Warga menilai ada kejanggalan keputusan hasil seleksi yang diambil panitia.