Tandaseru — Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, menemui massa aksi yang merupakan mahasiswa Kecamatan Tidore Timur. Para mahasiswa menggelar aksi di depan kantor wali kota, Kamis (2/9), menuntut pemerataan pembangunan infrastruktur.
Wali Kota Capt. Ali Ibrahim menyatakan, semua tuntutan massa aksi tetap akan ditindaklanjuti. Misalnya soal pembangunan tower atau jaringan internet pemerintah sudah mengusulkan dan Kementerian Kominfo yang akan turun langsung melakukan survei.
“Kalau massa aksi menyinggung soal anggaran APBD yang disahkan sebesar Rp 800 miliar jelas itu tidak cukup. Kalaupun bisa beli itu hanya tower, tetapi jaringan siapa yang mau beli (sediakan, red)?. Itu yang harus kita pikirkan pemerintah akan upayakan,” tuturnya.
Wakil Wali Kota Muhammad Sinen menambahkan, soal lampu jalan tenaga surya pemerintah sudah jalankan dan sampai sekarang sudah sampai di Kelurahan Tosa.
“Ini juga pemerintah sudah usul jadi dari Balai sudah turun survei. Memang butuh waktu. Intinya pemerintah tetap berkoordinasi, karena itu bukan kewenangan pemerintah daerah, tapi dari Balai,” ungkapnya.
Terkait persoalan sampah, Muhammad bilang pemerintah kecamatan hingga lurah sejauh ini sudah berulang kali melakukan rapat mencari solusi penanganan sampah.
“Untuk sampah itu dimulai dari kesadaran terutama di setiap kelurahan. Jadi nanti ditampung dimana baru nanti koordinasi dengan DLH. Intinya sampah itu jangan buang di laut. Taruh di tas, nanti DLH yang jemput,” terangnya.
“Jadi semua tuntutan massa aksi itu sudah tindaklanjuti, nanti pemerintah evaluasi dan melihat hasil dari apa yang sudah disampaikan massa aksi. Pemerintah setelah ini langsung melakukan rapat dan tindaklanjuti,” tandas Muhammad.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.