Tandaseru — Bupati Halmahera Timur, Maluku Utara, menegaskan dirinya tak antikritik. Hal ini sekaligus menepis isu yang beredar bahwa pemerintahan dirinya dan Wakil Bupati Anjas Taher alergi kritik.

Ubaid bilang, ia dan Anjas justru sangat menerima adanya kritikan dari publik.

“Ada bahasa ‘liar’ yang beranggapan saya dan Pak Anjas alergi kritik. Nah di sini saya tegaskan, di masa kepemimpinan saya dan Pak Anjas tidak antikritik,” ujarnya, Jumat (6/8).

Menurut Ubaid, sebelum menjadi pemimpin ia juga kerap mengkritik pemimpin. Karena itu, saat ia berada di posisi pemimpin dan mendapat kritikan adalah hal yang lumrah.

“Bahkan kami berharap ada masukan dan kritikan dalam rangka memperbaiki secara bersama-sama. Kalau kritik dan saran yang lebih menjurus pada hal-hal yang ke personal, itu yang harus dihindari. Kalau ada seperti itu, tentunya saya tidak akan layani,” terangnya.

Dalam rangka perbaikan daerah, sambung Ubaid, pemerintah selalu terbuka menerima masukan dan kritikan.

“Jikalau dalam rangka perbaikan tentunya salah satu yang menjadi keharusan untuk bersama-sama. Untuk itu sebaiknya datang supaya sama-sama berdikusi,” tandasnya.