Tandaseru — Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, saat ini tengah membangun salah satu bandara eks perusahaan di Desa Sahu sebagai bandara alternatif.
Peningkatan Bandara Sahu ini sebagai salah satu langkah memperpendek rentang kendali dari dan ke Kabupaten Pulau Taliabu.
“Ini sebagai langkah alternatif untuk menjawab kebutuhan akses transportasi udara di Kabupaten Pulau Taliabu sambil menunggu rencana pembangunan Bandara Salahakan Ahmad Hidayat Mus selesai dilaksanakan,” kata Bupati Aliong Mus kepada tandaseru.com, Kamis (5/8).
Bupati mengungkapkan, saat ini langkah peningkatan Bandara Sahu sudah sampai ke tahap land clearing.
“Sementara dalam tahap land clearing,” tuturnya.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten pulau Taliabu, Abdul Kadir Nur Ali menyatakan, kondisi Bandara Sahu saat ini sudah siap 80 persen.
“Ini sudah 80 persen siap pakai, dan sementara dalam tahap pekerjaan peningkatan bandara,” terangnya.
Abdul Kadir bilang, sembari menunggu pembangunan Bandara Salahakan Ahmad Hidayat Mus dikerjakan, Bandara Sahu ditargetkan 6 bulan ke depan sudah bisa digunakan.
“Sambil kita tunggu pembangunan bandara di Difo (Bandara Salahakan Ahmad Hidayat Mus, red) dikerjakan, kita juga tingkatkan infrastruktur bandara alternatif di Desa Sahu, targetnya 6 bulan sudah siap digunakan,” paparnya.
Sedangkan untuk kapasitas pesawat yang bisa mendarat di Bandara Sahu adalah pesawat tipe DHC-6 Twin Otter.
“Kalau sudah diaktifkan, tipe pesawat Twin Otter bisa landing,” tandas Abdul Kadir.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.