Tandaseru — Calon penumpang KM Holly Mary yang melayani rute TernatePulau Morotai, Maluku Utara, mengeluhkan tindakan oknum penjual tiket. Pasalnya, penumpang diminta membayar uang melebihi harga tiket dengan alasan untuk rapid test, namun rapid test itu sendiri tak dilakukan.

Salah satu calon penumpang KM Holly Mary, Rita Usman kepada awak media menyatakan, saat membeli tiket di loket di Pelabuhan A. Yani Ternate seharga Rp 170 ribu, ia diminta membayar Rp 200 ribu.

“Sisa kembalian Rp 30 ribu tidak dikembalikan dengan alasan itu untuk biaya rapid test,” ungkapnya, Minggu (20/6).

Namun saat Rita menanyakan di mana dilakukan rapid test agar mendapatkan hasil, jawaban petugas penjual itu membuatnya terkejut.

“Dia bilang ‘ibu naik kapal saja, tidak apa-apa. Di kapal tidak diperiksa, ini hanya formalitas’,” kata Rita menirukan oknum penjual tiket itu.

Rita mengaku khawatir saat menaiki kapal tanpa hasil rapid test ia akan ditanyai petugas pemeriksa.

“Saya hanya takut jangan sampai mereka minta hasil rapid test, karena saya tidak dapat hasilnya,” ujarnya.

Menurut Rita, ia sudah sering bolak-balik Ternate-Morotai. Hanya saja biasanya lewat jalur Morotai-Tobelo-Sofifi-Ternate. Karena itu ia mengaku khawatir jika ditagih hasil rapid test-nya oleh tim satgas Covid-19 di Morotai nanti.

“Ini sudah bilang bayar rapid test, tapi hasil tidak ada,” sambungnya dengan raut wajah khawatir.

Rita bilang, awalnya ia ingin mengikuti rapid test di dalam pelabuhan yang telah disediakan otoritas pelabuhan. Namun si petugas loket mengatakan rapid test di dalam pelabuhan lebih mahal harganya.

“Katanya rapid test di dalam pelabuhan Rp 80 ribu, jadi dia bilang bayar di loket saja,” cetusnya.

Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhan KSOP Kelas II Ternate, Muhlis Junaidi yang dikonfirmasi tandaseru.com menyatakan telah menghubungi agen KM Holly Mary menindaklanjuti laporan yang diterimanya.