Tandaseru — Harapan besar Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, agar hajatan nasional Sail Tidore bisa dilaksanakan September mendatang terancam pupus. Pasalnya, Menteri Perdagangan selaku Ketua Panitia Nasional perayaan Sail Tidore telah menyurat secara resmi ke Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi agar pelaksanaan Sail Tidore ditunda hingga tahun 2022.

Usulan penundaan Mendag Muhammad Lutfi tertuang dalam surat Nomor 187/M-DAG/SD/04/2021 tertanggal 27 April 2021 tentang Penyelenggaraan Sail Tidore 2021. Dalam surat tersebut diungkapkan berbagai alasan usulan penundaan tersebut.

Dalam isi surat itu disebutkan, Kementerian Perdagangan selaku Ketua Tim Panitia Pelaksana Pusat telah melakukan serangkaian kegiatan koordinasi di tingkat teknis dengan seluruh eselon 1 yang menjadi ketua bidang penyelenggara Sail Tidore.

Tim panitia pusat juga telah melakukan kunjungan lapangan bersama panitia daerah provinsi/kabupaten/kota dan hasil rakor teknis menunjukkan masih terdapat kekurangan di semua bidang. Termasuk kesiapan lapangan dalam rangka pekerjaan fisik penataan kawasan untuk mempersiapkan sarana dan prasarana lokasi yang akan dipergunakan pada acara puncak Sail Tidore 2021.

Sarana dan prasarana pendukung Sail Tidore 2021 yang belum juga terlihat di Kota Tidore Kepulauan itu karena memerlukan waktu untuk melakukan tender, termasuk pekerjaan fisik pengerukan dan pematangan lahan serta penataan kawasan yang akan dipergunakan pada acara puncak penyelenggaraan Sail Tidore 2021.

Hingga saat ini, sesuai laporan saat kunjungan lapangan, tender pekerjaan pengerukan yang dilakukan oleh Kota Tidore dan tender pematangan lahan serta penataan kawasan yang dilakukan oleh Balai Sarana Wilayah Cipta Karya PUPR belum dapat dilakukan karena izin AMDAL dan izin penggunaan ruang laut masih dalam proses pengajuan oleh panitia pelaksana (Kota Tidore) kepada Gubernur Maluku Utara.