Tandaseru — Warga Kota Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak jenis minyak tanah. Kelangkaan ini sudah dialami 4 bulan belakangan.
Alwan, salah satu warga Tobelo mengungkapkan, kondisi ini telah terjadi sejak November 2020.
“Sebelum Natal dan Tahun Baru, November lalu, minyak tanah sangat susah diperoleh. Bahkan jika kami membeli dari pengecer di kios-kios kecil harganya sangat mahal, ada yang per liter Rp 8 ribu sampai Rp 10 ribu,” ungkapnya, Selasa (9/2).
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Halut, Bahri Dode ketika dikonfirmasi mengatakan, sampai saat ini diketahui dua agen yang menjadi distributor minyak tanah di Halut memiliki jatah per bulan masing-masing 380 kiloliter (kl).
Ia mengakui, kelangkaan tersebut menjadi tanda tanya, sebab pasokan minyak dari Pertamina sebenarnya lancar.
Bahri menduga, ada permainan di tingkat pangkalan minyak yang menyebabkan kelangkaan.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.