Tandaseru — Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Khairun berkolaborasi dengan Kantor OJK Provinsi Maluku Utara, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Phintraco Sekuritas menggelar kegiatan Edukasi dan Literasi Pasar Modal bagi para guru SMP dan SMA se-Kota Ternate, Sabtu (24/10/2026) pagi, di Aula SMA Negeri 5 Kota Ternate. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Tahun 2026.

Berbeda dari kegiatan literasi sebelumnya yang menyasar pelaku usaha atau masyarakat umum, edukasi kali ini secara khusus menyasar para guru sebagai garda terdepan dalam menanamkan pemahaman keuangan dan pasar modal kepada generasi muda sejak di bangku sekolah.

Acara berjalan lancar dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana para guru banyak menanyakan cara mengelola keuangan dan berinvestasi yang baik, serta bagaimana menghindari investasi ilegal.

Faisal S. Yunus, Manajer Kantor OJK Provinsi Maluku Utara, memaparkan materi mengenai peran OJK, lanskap industri jasa keuangan, serta edukasi waspada investasi ilegal. Ia menjelaskan, sejak terbentuk melalui Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 dan diperkuat dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026, OJK mengemban tiga fungsi utama, yakni mengatur, mengawasi, serta melindungi konsumen dan masyarakat di sektor jasa keuangan.

Faisal memaparkan data landscape perkembangan sektor jasa keuangan Maluku Utara. Ia kemudian menyoroti tingkat literasi keuangan masyarakat Maluku Utara berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang masih berada di angka 48,65 persen, di bawah rata-rata nasional sebesar 69,57 persen.

Kesenjangan inilah yang mendorong OJK terus menggencarkan edukasi keuangan, termasuk kepada kalangan guru, mengingat sepanjang Januari hingga Oktober 2026 OJK Maluku Utara telah menjangkau 6.742 peserta melalui 40 kegiatan di 10 kabupaten/kota, dengan 62,3 persen di antaranya merupakan pelajar dan mahasiswa.

Faisal turut mengingatkan maraknya modus pinjaman online ilegal, investasi bodong, hingga impersonation atau peniruan akun resmi lembaga jasa keuangan di media sosial. Ia memaparkan, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) secara nasional telah menemukan dan menghentikan 951 entitas pinjaman online ilegal, 242 penawaran investasi ilegal, serta 27 gadai ilegal.

Faisal turut menginformasikan cara melakukan pengecekan SLIK OJK serta kanal-kanal pengaduan OJK. Selain itu, ia mengajak para guru untuk menerapkan prinsip 2L sebelum berinvestasi, yakni Legal dan Logis.

“Kami meminta agar bapak dan ibu guru menyampaikan kembali kepada siswa di sekolah masing-masing. Kami mengimbau masyarakat yang menemukan indikasi aktivitas keuangan ilegal dapat melapor melalui SIPASTI (sipasti.ojk.go.id), Indonesia Anti-Scam Centre (iasc.ojk.go.id), atau Kontak OJK 157,” ujarnya.

Narasumber kedua, Rahma Artika Salampessy, Deputi Kepala Wilayah Maluku dan Maluku Utara Bursa Efek Indonesia, membawakan materi bertajuk Guru Melek Pasar Modal: Membangun Literasi Keuangan Generasi Masa Depan. Ia memaparkan perkembangan pasar modal Indonesia yang terus tumbuh, dengan jumlah perusahaan tercatat mencapai 962 emiten per Juli 2026, meningkat pesat dari 521 emiten pada 2015, serta jumlah investor pasar modal yang melesat dari 434 ribu pada 2015 menjadi 30,1 juta investor per Januari 2026.

Rahma menjelaskan ragam produk pasar modal yang dapat dipahami dan diajarkan guru kepada siswa, mulai dari saham sebagai bukti kepemilikan perusahaan dengan modal minimal Rp5.000, obligasi dan sukuk sebagai instrumen surat utang dengan imbal hasil berupa kupon, hingga reksa dana yang memudahkan investor pemula karena pengelolaan dananya dilakukan oleh Manajer Investasi dengan modal awal mulai Rp50.000.

Ia juga menjelaskan konsep saham halal berdasarkan prinsip syariah sebagai kegiatan musyarakah atau syirkah, serta faktor internal dan eksternal yang memengaruhi naik turunnya harga saham, mulai dari kinerja perusahaan hingga kondisi makroekonomi dan sentimen pasar.

Pada bagian inti materinya, Rahma memaparkan panduan praktis bagi guru untuk mengintegrasikan materi pasar modal ke dalam bahan ajar ekonomi dan IPS sesuai jenjang, mulai dari konsep dasar kebutuhan dan skala prioritas di tingkat SMP dan kelas 10, pengenalan fungsi lembaga pasar modal di kelas 10-11, instrumen pasar modal di kelas 11, mekanisme dan pembentukan harga saham di kelas 11-12, hingga materi risiko, perlindungan konsumen, dan etika investasi yang dapat disampaikan di semua jenjang.

Ia menekankan bahwa pasar modal sebaiknya digunakan sebagai konteks untuk mencapai tujuan kurikulum yang sudah ada, bukan sebagai materi baru yang berdiri sendiri, misalnya melalui simulasi sederhana seperti alokasi uang saku atau permainan peran pembeli-penjual saham di kelas.

Kegiatan Edukasi dan Literasi Pasar Modal ini menjadi bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Tahun 2026 yang bertujuan memperluas jangkauan edukasi keuangan ke berbagai segmen masyarakat, termasuk kalangan pendidik. Dengan bekal pemahaman yang lebih utuh mengenai pasar modal dan kewaspadaan terhadap investasi ilegal, para guru SMP dan SMA se-Kota Ternate diharapkan dapat menjadi agen literasi keuangan yang menanamkan kebiasaan mengelola keuangan secara sehat dan bijak sejak dini kepada generasi muda dan masyarakat di Bumi Moloku Kie Raha.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter