Tandaseru — Semangat melestarikan kuliner tradisional Ternate kali ini berpadu dengan upaya memperkuat pemahaman masyarakat tentang keuangan. Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku Utara bersama PT Pegadaian Cabang Ternate menggelar edukasi literasi dan inklusi keuangan bagi 100 peserta Workshop Makanan Adat Ternate.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang mengupas dua sisi penting dunia keuangan: bagaimana melindungi diri dari jebakan keuangan ilegal, dan bagaimana mulai menabung dengan cara yang aman dan terjangkau.

Selain belajar mengolah dan melestarikan makanan khas Ternate, para peserta workshop diajak memahami cara mengelola keuangan dengan lebih bijak serta mengenali ciri-ciri penipuan yang kian marak di sektor jasa keuangan.

Asisten Direktur Madya OJK Sukma Aji Wirawan membawakan materi bertema Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan, dengan sorotan khusus pada penanganan aktivitas keuangan ilegal dan penipuan transaksi keuangan.

Ia mengingatkan, tingkat literasi keuangan masyarakat Maluku Utara saat ini berada di angka 48,65 persen, masih berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai 69,57 persen berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Kesenjangan inilah yang menjadi alasan OJK terus menggencarkan edukasi ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk melalui kegiatan-kegiatan komunitas seperti workshop ini.

Sukma menjelaskan, rendahnya literasi keuangan membuat masyarakat lebih rentan terhadap pengelolaan keuangan yang buruk, minim perencanaan jangka panjang, dan mudah terjerumus pada investasi bodong maupun pinjaman online ilegal. Ia memaparkan sejumlah ciri yang membedakan pinjaman online ilegal dengan pinjaman daring (pindar) yang terdaftar dan diawasi OJK, mulai dari legalitas usaha, batasan bunga dan denda, hingga mekanisme penagihan.

Ia juga memperkenalkan prinsip sederhana 2L, yakni Legal dan Logis, serta mengingatkan peserta untuk senantiasa menerapkan semboyan Jangan Abal, Jangan Asal, Jangan Abai sebelum memutuskan meminjam atau berinvestasi.

Tidak kalah penting, Sukma turut mengingatkan peserta untuk waspada terhadap modus impersonation, yakni peniruan identitas resmi lembaga jasa keuangan di media sosial yang kerap digunakan pelaku untuk menipu korban.

“Jika masyarakat menemukan indikasi aktivitas keuangan ilegal atau penipuan transaksi keuangan diharapkan agar segera melapor melalui Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI), baik lewat layanan SIPASTI (sipasti.ojk.go.id), Indonesia Anti-Scam Centre (iasc.ojk.go.id), maupun kontak OJK di nomor 157,” pesannya.

Pada sesi berikutnya, Victor Samuel Supit, Manajer Bisnis PT Pegadaian Cabang Ternate, memperkenalkan Tabungan Emas Tring sebagai salah satu alternatif menabung dan berinvestasi emas yang aman dan mudah diakses masyarakat. Ia mengajak peserta yang hadir untuk mulai membiasakan diri menyisihkan sebagian pendapatan dalam bentuk tabungan emas sebagai bentuk perencanaan keuangan jangka panjang, sekaligus menjadikannya sebagai aset yang nilainya relatif stabil dari waktu ke waktu.

Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari rangkaian program literasi dan inklusi keuangan Kantor OJK Provinsi Maluku Utara, yang sepanjang Januari hingga Oktober 2026 telah menjangkau 6.742 peserta melalui 40 kegiatan di 10 kabupaten/kota, yang didominasi oleh kegiatan perluasan akseskeuangan daerah dan pemberdayaan literasi finansial generasi muda.

Acara ini turut dihadiri Sultan Ternate, yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada OJK atas dukungan yang diberikan pada rangkaian kegiatan Legu Tara No Ate. Kehadiran dan apresiasi tersebut menjadi penegas pentingnya sinergi antara Kesultanan Ternate, pemerintah daerah, dan sektor jasa keuangan dalam upaya bersama memberdayakan masyarakat, baik dari sisi pelestarian budaya maupun penguatan literasi keuangan.

Melalui kolaborasi lintas sektor seperti ini, OJK Maluku Utara berharap semangat melestarikan kuliner dan budaya lokal dapat berjalan beriringan dengan tumbuhnya masyarakat yang cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan, serta semakin tangguh dalam menghadapi berbagai modus penipuan keuangan di era digital.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter